Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pokdarwis Kelurahan Laweyan Gairahkan Pariwisata lewat Sebuah Inovasi Informasi, Ini Manfaatnya

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 18 Juli 2024 | 03:30 WIB

 

Kampung Laweyan luncurkan inovasi peta wisata digital yang bisa diakses melalui smartphone.   
Kampung Laweyan luncurkan inovasi peta wisata digital yang bisa diakses melalui smartphone.  

 

 

RADARSOLO.COM Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Laweyan meluncurkan inovasi baru, yakni Sistem Informasi Wisata Digital Laweyan atau dikenal dengan Simas Widi Laweyan. 

Inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Pokdarwis bersama Pemerintah Kelurahan Laweyan dalam mengembangkan potensi pariwisata lokal. Acara peluncuran sistem informasi panduan wisata tersebut digelar di Pendopo Kantor Kelurahan Laweyan, Rabu (17/7).

"Kami meluncurkan Simas Widi Laweyan ini karena di Laweyan belum ada sistem informasi yang membantu kepariwisataan, jadi ini salah satu adalah jawaban untuk menyediakan pelayanan di bidang kepariwisataan melalui sistem informasi ini," ucap Ketua Pokdarwis Laweyan Tom Festarandi.

Tom mengatakan, Simas Widi Laweyan merupakan sistem yang akan memandu turis ketika berkunjung ke Kampung Wisata Laweyan. Dalam sistem ini tersedia berbagai macam informasi. Mulai dari profil kelurahan, paket wisata, potensi kuliner, sejarah, fasilitas umum, dan sebagainya.

Simas Widi Laweyan juga memuat peta jalan, dimana panduan itu dapat diakses pengunjung di titik pusat informasi yang ada Kantor Kelurahan Laweyan.

"Jadi ketika wisatawan atau tamu datang ke Laweyan cukup untuk melakukan scan barcode di Kantor Kelurahan. Misalnya ingin ke toko oleh-oleh bisa lihat informasinya di sistem, atau menikmati rekomendasi kuliner di Laweyan, mengunjungi tempat wisata sudah kami siapkan," urai Tom.

Berbagai potensi wisata sendiri, lanjut Tom, telah berkembang di Kampung Batik Laweyan. Selain unggul pada batiknya, Laweyan juga memiliki pusat kuliner, kerajinan, nilai sejarah, hingga cagar budaya seperti bunker, masjid Laweyan dan lainnya.

Menurut Tom, peluncuran Simas Widi Laweyan sekaligus menjadi upaya transformasi Laweyan dari Kampung Batik menjadi Kampung Wisata.

"Ini juga mendukung dari program besar one stop tourism. Sebuah program pengembangan kepariwisataan yang digagas oleh Pokdarwis Laweyan," jelasnya.

Sekretaris Kelurahan Laweyan, Dwiningsih Yanuati menambahkan, inovasi Simas Widi Laweyan menjadi program perubahan kampung wisata tersebut untuk semakin beradaptasi dengan digital.

Hal itu mengingat destinasi Kampung Laweyan menjadi salah satu tujuan wisatawan saat ke Solo. Untuk itu, dia menginisiasi sistem terintegrasi kepariwisataan guna menguatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Harapannya, inovasi ini bisa lebih mengembangkan kampung Laweyan. Adanya peta wisata digital ini mempermudah wisatawan untuk mendapatkan informasi, sehingga Kampung Batik Laweyan bisa lebih menarik," tukasnya. (ul/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#pariwisata #laweyan