RADARSOLO.COM — Pemerintah Kota Solo segera menyiapkan upaya penghapusan aset untuk Pasar Kabangan, seiring pindahnya pedagang setempat ke Pasar Jongke yang akan segera diresmikan itu.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Agus Santoso mengungkapkan, batas akhir pedagang Pasar Kabangan masuk ke bangunan baru Pasar Jongke berakhir di Selasa (23/7) lalu. Artinya mulai Rabu (24/7) sudah tidak ada aktivitas jual beli di Pasar Kabangan. Oleh sebab itu dalam waktu dekat bangunan-bangunan tambahan milik para pedagang wajib untuk dibongkar secara mandiri.
“Pedagang sudah pindah semua ke Pasar Jongke, sisa-sisa bangunan tambahan pedagang kami juga minta untuk dibongkar,” terangnya, Rabu (24/7).
Disinggung soal penghapusan aset Pasar Kabangan, Dinas Perdagangan memastikan bahwa rencana itu sudah masuk dalam APBD Perubahan 2024. Dengan demikian, upaya lelang penghapusan aset dan perataan lahan langsung bisa dilakukan setelah APBD Perubahan 2024 rampung.
“Penghapusan aset Pasar Kabangan sudah masuk di APBD Perubahan 2024, setelah APBD Perubahan selesai akan langsung diratakan. Rencananya masih seperti semula, untuk lahan parkir dan ruang terbuka,” papar Agus Santoso.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, Rabu (24/7) mayoritas pedagang Pasar Kabangan yang jumlahnya sampai 118 orang itu sudah pindah ke lokasi dagang yang baru di Pasar Jongke. Meski demikian proses pindahan barang dagangan dan pembongkaran bangunan tambahan di masing-masing kios dan los masih dilakukan oleh para pedagang.
“Mulai hari ini (kemarin, Red) kan sudah harus pindah ke Jongke, saya mulai angkat-angkat ini sudah dari Sabtu lalu. Soalnya kalau seharian nggak cukup waktunya,” terang Budianto, 51 salah satu pedagang Pasar Kabangan yang pindah ke Pasar Jongke. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy