RADARSOLO.COM – Sejumlah pelaku usaha kerajinan di Solo Raya meramaikan Pameran "Batik, Fashion, & Craft" yang berlangsung di atrium Solo Paragon Mall, Rabu (28/8) hingga Minggu (1/9). Pameran ini merupakan inisiasi dari BPC Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Solo.
Ketua ASEPHI Solo Sutiman mengatakan, pameran batik, fashion, & craft adalah agenda tahunan yang mewadahi potensi pelaku usaha. Khususnya yang berfokus pada peningkatan nilai UMKM lokal.
"Pameran ini diharapkan dapat memperkenalkan produk-produk lokal kepada masyarakat luas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui promosi dan networking," terang Sutiman kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (29/8/2024).
Sekira 48 stand usaha kerajinan ambil bagian dalam pameran ini. Terdiri dari batik, kerajinan tangan, hingga inovasi produk lainnya. Sutiman menyebut, pameran ini juga bertujuan untuk memberdayakan para anggota ASEPHI. Dengan memberikan ruang untuk memamerkan dan memasarkan produk mereka.
"Karena memang di ASEPHI berfokus untuk pengembangan eksportir. Di mana para anggota baik yang baru merintis ataupun sudah melanglang buana, kami ajak untuk memperkuat potensi produknya," ujarnya.
Lebih lanjut, Sutiman mengungkapkan, kondisi pasar ekspor belum sepenuhnya pulih sejak pandemi Covid-19. Menurutnya, pasar domestik saat ini lebih menguntungkan daripada pasar luar negeri bagi perajin lokal di Solo Raya.
ASEPHI getol mendorong para anggota atau pengrajin untuk memanfaatkan peluang pasar domestik. Serta terus berupaya memperluas ke pasar global.
"Salah satunya, kami dorong untuk memanfaatkan pemasaran secara online maupun offline. Seperti pameran ini, supaya masyarakat lebih mudah mengenal secara langsung potensi produk kerajinan lokal," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengapresiasi pameran yang diinisiasi ASEPHI Solo ini. Menurut Teguh, pengembangan UMKM memang perlu kolaborasi, termasuk dari kalangan pelaku usaha.
"Seiring berjalannya waktu, produk yang dihasilkan UMKM juga perlu berkembang termasuk berinovasi. Karena potensi UMKM ini luar biasa, apalagi di bidang kerajinan yang berpeluang untuk mengikuti tren masa kini," ujar Teguh. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy