RADARSOLO.COM - Ketahanan dan kebangkitan ekonomi menjadi faktor penting dalam mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.
Berbagai persoalan pun muncul, yang harus diatasi untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.
Hal itu seperti disampaikan Ketua Umum ISEI Perry Warjiyo dalam kongres ISEI XXII di Solo, Jumat (20/9). Perry menyebut, ada lima tantangan yang harus diantisipasi dalam memperkuat ekonomi nasional.
"Pertama adalah perubahan siklus ekonomi dan keuangan, yang saat ini justru semakin cepat dan berisiko menimbulkan kerentanan," terang Perry.
Perry melanjutkan, tantangan kedua ialah pergeseran pola sumber pertumbuhan ekonomi dunia. Perubahan ini terlihat pada pusat pertumbuhan ekonomi yang bergeser dari wilayah Eropa dan Amerika Serikat (AS) ke negara-negara seperti Tiongkok, Indonesia, dan India.
"Transformasi ini memberikan peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia untuk beradaptasi dan bersaing di pasar global," ujarnya.
Sementara itu tantangan ketiga, menurutnya, adalah perubahan demografi yang semakin menua di negara maju (aging population) dan milenial di negara Indonesia. Hal ini dapat membawa perubahan pada sumber pertumbuhan ke sektor jasa, perdagangan eceran, dan UMKM.
Keempat, digitalisasi yang turut berperan menahan dampak pandemi dan perlu dioptimalkan manfaat sekaligus memitigasi risikonya.
"Kelima, ekonomi keuangan inklusi dan hijau. Yang mana hal ini perlu direspons dengan baik oleh pemerintah, calon investor, maupun masyarakat," jelas Perry.
Lebih lanjut, Perry mengatakan, ISEI sebagai organisasi sarjana ekonomi berkomitmen mendukung pemerintah dalam merumuskan strategi penguatan ekonomi negara.
Seperti pada Kongres ISEI XXII di Solo ini yang telah menghasilkan 3 hal utama. Pertama, pencapaian dan kemajuan ISEI yang pesat dengan hasil riset akademisnya.
Selain itu, juga memperkuat kontribusi dalam memberikan rekomendasi kebijakan ekonomi melalui strategi penguatan hilirisasi pangan.
"Pentingnya pengembangan hilirisasi pangan itu karena berperan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja, memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor, serta turut mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan dampak yang lebih ramah lingkungan," jelasnya.
Selanjutnya, penguatan tata kelola melalui akuntabilitas pelaksanaan tugas ISEI dengan menetapkan kembali Perry Warjiyo sebagai Ketua Umum ISEI periode tahun 2024-2027 secara aklamasi.
"Ke depan terdapat tiga manifesto ISEI yang harus tetap kami jaga dan jalankan, yaitu mengoptimalkan peran organisasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan ilmu ekonomi bagi pembangunan, dan menyampaikan pemikiran ekonomi yang sejalan dengan falsafah Pancasila," tandas Perry. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy