RADARSOLO.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mendukung penuh konsep Aglomerasi Solo Raya. Hal itu dinilai bakal memperkuat posisi Jateng sebagai daerah penumpu pangan dan industri.
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno mengatakan, aglomerasi berfokus pada integrasi dan kolaborasi antar wilayah di Solo Raya. Gagasan ini juga disebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Meskipun selama ini Kota Solo sering dipandang sebagai yang paling maju, keberhasilan kota, ternyata juga bergantung pada dukungan dari wilayah sekitarnya," ungkap Sumarno di Solo, Sabtu (25/10/2024).
Sumarno menjelaskan, aglomerasi membuat pengembangan wilayah tidak hanya bersifat parsial, melainkan juga mendorong potensi secara seimbang. Menurutnya, konsep ini selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) Pemprov Jateng 2025-2045. Di mana Jawa Tengah digadang-gadang akan menjadi daerah penumpu pangan dan industri nasional.
"Nah, kalau kedua tujuan tersebut digarap dengan optimal tentu akan mewujudkan potensi Provinsi Jateng yang luar biasa," imbuhnya.
Sumarno menyebut, potensi-potensi itu yang juga dimiliki oleh wilayah Solo Raya. Sehingga diharapkan aglomerasi dapat mendorong investasi, melalui pemusatan kegiatan ekonomi lokal.
"Namun, saya juga berpesan dari sisi pengembangan kawasan industri ini juga perlu diperhatikan masalah lingkungan. Dengan mencegah kerusakan ataupun dampak serius ke lingkungan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Sumarno mengatakan, guna mendukung program aglomerasi, Pemprov Jateng akan memfasilitasi perizinan agar investasi di kawasan ini tidak terhambat. Dia menegaskan, pentingnya peran pemerintah untuk mempermudah proses perizinan bagi calon investor, agar pertumbuhan ekonomi daerah berjalan optimal.
Selain itu, Sumarno jug mencatat bahwa kontribusi sektor usaha kecil dan mikro (UKM) di Solo Raya juga signifikan. Dengan menyumbang 26,6 persen dari total investasi sebesar 77,02 triliun pada tahun 2023.
"Ini menunjukkan bahwa perkembangan sektor ini sangat penting bagi perekonomian daerah. Diharapkan terwujudkan aglomerasi ini nanti turut mendorong pertumbuhan investasi lokal maupun nasional," ungkapnya. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy