Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pizza Hut dan KFC Indonesia Tutup Puluhan Gerai hingga PHK Ribuan Karyawan, Imbas Aksi Boikot?

Syahaamah Fikria • Selasa, 19 November 2024 | 04:24 WIB
KFC dan Pizza Hut di Indonesia terpaksa menutup puluhan gerai mereka.
KFC dan Pizza Hut di Indonesia terpaksa menutup puluhan gerai mereka.

RADARSOLO.COM - PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pemegang lisensi waralaba Pizza Hut di Indonesia telah menutup 20 gerai dalam satu terakhir. Langkah sama juga dilakukan KFC Indonesia yang menutup 47 gerai mereka. Imbas dari aksi boikot kah?

Dalam Laporan Hasil Pelaksanaan Paparan Publik (Public Expose) PT Sarimelati Kencana Tbk Tahun 2024 disampaikan bahwa Pizza Hut Indonesia telah menutup 20 gerai mereka sampai 30 September 2024.

Perusahaan juga mengurangi atau mem-PHK sebanyak 371 karyawan.

Direktur Operasional Sarimelati Kencana Boy Ardhitya Lukito bicara mengatakan, saat ini perusahaan menghadapi dua tekanan bisnis.

Tekanan pertama, ekonomi kelas menengah yang turun dan berdampak pada turunnya daya beli.

"Tidak hanya mempengaruhi Pizza Hut tapi juga industri bisnis lainnya, itu dari ekonomi menengah yang turun kelas," kata dia dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/11).

Tekanan kedua adalah tensi geopolitik. Hal itu berdampak pada respons masyarakat terhadap brand restoran cepat saji tersebut.

Meski demikian, Boy tidak menyebut secara gamblang soal boikot.

"Jika dampak geopolitik bisa dilihat dari social reasoning, kami memang sudah ada penurunan dari waktu awal itu," papar dia.

Lebih lanjut, dia menyebut, dua tekanan tersebut menghantam perusahan dalam waktu bersamaan.

Sebelumnya, PT Fast Food Indonesia selaku pemegang merek dagang KFC di Indonesia dalam laporan keuangan Kuartal III 2024 menyampaikan telah merugi sebesar Rp 555,08 miliar.

Perusahaan restoran cepat saji dengan saham FAST itu terpaksa menutup 47 gerai mereka. Serta telah mem-PHK 2.274 karyawan.

Sama halnya dengan Pizza Hut, KFC juag dilanda dua badai besar yang mengakibatkan perusahaan rugi besar.

Pertama yakni pemulihan usaha dari kondisi Covid-19 yang belum maksimal.

Badai kedua yaitu kondisi pasar yang makin memburuk akibat krisis Timur Tengah.

Dalam hal ini, KFC menjadi salah satu sasaran gelombang boikot masyarakat, di tengah aksi genosida Israel ke Palestina.

"Dua masalah tersebut berdampak negatif terhadap hasil grup untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024," tulis manajemen perusahaan dalam laporan keuangan mereka.

Adapun kerugian yang dialami KFC Indonesia sudah berlangsung sejak periode Kuartal III 2023. Namun, kerugian saat itu tak sebesar periode tahun ini.

Di mana pada Kuartal III 2023, FAST mencatat kerugian Rp152,41 miliar.

Imbas Aksi Boikot

Meski tak menyebut secara gamblang soal boikot, namun diakui kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah memberi pengaruh sangat besar terhadap kelangsungan perusahaan restoran cepat saji tersebut.

Seperti diketahui, aksi boikot yang disuarakan masyarakat dunia, termasuk Indonesia semakin menguat, menyusu genosida Israel ke Palestina yang sudah berlangsung sejak akhir 2023 lalu.

Sejumlah brand atau merek masuk dalam kategori boikot. Di antaranya restoran cepat saji, seperti KFC, Pizza Hut dan McDonald's. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#boikot #KFC #pizza hut #Krisis Timur Tengah #restoran cepat saji #rugi