Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

KA Batara Kresna, Moda Transportasi Andalan Solo-Wonogiri Sokong Ekonomi dan Mobilitas Warga: Tarif Murah Senilai Es Teh Jumbo

Maulida Afifa Tri Fahyani • Minggu, 15 Desember 2024 | 04:49 WIB

Masyarakat menaiki KA Batara Kresna rute Solo-Wonogiri, di Stasiun Purwosari.
Masyarakat menaiki KA Batara Kresna rute Solo-Wonogiri, di Stasiun Purwosari.

RADARSOLO.COM - Kemajuan transportasi merupakan indikator penting yang menunjang perkembangan daerah. Seperti yang tergambarkan di Solo Raya, dengan adanya railbus atau kereta api (KA) Batara Kresna.

Keberadaan KA Batara Kresna berhasil mewujudkan konektivitas dua wilayah strategis Solo-Wonogiri. Sehingga memudahkan mobilitas masyarakat.

Bagi masyarakat Kota Solo sendiri, hidup berdampingan dengan kereta api memang sudah menjadi hal wajar.

Keberadaan rel di tengah kota menjadi ciri ikonik dari Kota Bengawan. Dengan KA Batara Kresna yang aktif beroperasi, melayani masyarakat dari pagi hingga siang.

Ya, melaju dari Stasiun Purwosari, Solo hingga Stasiun Wonogiri, KA Batara Kresna telah menjadi salah satu moda transportasi andalan bagi masyarakat Solo Raya.

"Kereta api perintis Batara Kresna relasi Purwosari-Wonogiri ini telah beroperasi sejak tahun 2015. Tentunya, dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan volume penumpang signifikan," kata Manager Humas Daop 6 Jogjakarta Krisbiyantoro dalam Talkshow 'Upaya Mewujudkan Transportasi yang Ideal di Relasi Solo-Wonogiri dengan KA Batara Kresna', Kamis (5/12/2024).

Sebagai kereta api perintis, KA Batara Kresna terus berkembang menjadi penopang mobilitas masyarakat.

Hal ini terbukti dengan jumlah penumpang yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Tercatat, pada tahun 2021 KA Batara Kresna mengangkut 31.450 penumpang.

Jumlah tersebut meningkat signifikan pada tahun 2022, mencapai 84.342 penumpang.

Pada tahun 2023, KA Batara Kresna tercatat mengangkut 125.472 penumpang.

Kemudian, pada 2024 hingga Oktober, railbus itu telah melayani 112.398 penumpang.

"Ini jadi capaian luar biasa, KA Batara Kresna sebagai kereta api perintis menurut data pertumbuhannya telah mencapai 48 persen," ungkap Krisbiyantoro.

Tidak hanya soal konektivitas, KA Batara Kresna turut membangkitkan potensi-potensi ekonomi baru.

Khususnya di wilayah Solo dan Wonogiri, dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah.

"Banyak yang memanfaatkan KA Batara Kresna untuk keperluan wisata. Sehingga sangat dimungkinkan akan tumbuh potensi ekonomi baru di sepanjang Solo-Wonigiri ini," sebutnya.

KA Batara Kresna jadi moda transportasi andalan masyarakat di kawasan Solo-Wonogiri.
KA Batara Kresna jadi moda transportasi andalan masyarakat di kawasan Solo-Wonogiri.

KA Perintis dengan Tarif Seharga Es Teh Jumbo

Tentu pertumbuhan KA Batara Kresna tidak lepas dari tarif tiket yang murah meriah.

Saking ekonomisnya, tarif tiket railbus itu setara dengan harga es teh jumbo.

Sebagai KA perintis, tiket Batara Kresna hanya dipatok Rp 4.000 per lembar.

Penumpang pun bisa menikmati perjalanan selama 1 jam 45 menit dari Solo-Wonogiri atau sebaliknya.

Ada empat jadwal perjalanan KA Batara Kresna dari Stasiun Purwosari Solo dan Stasiun Wonogiri.

Dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Purwosari pukul 06.00 WIB dan 10.00 WIB.

Sementara jadwal keberangkatan dari Stasiun Wonogiri mulai pukul 08.00 WIB dan 12.00 WIB.

Murahnya tarif ini tak lepas dari subsidi dana keperintisan yang disediakan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Kepala BTP Kelas I Semarang Rudi Pitoyo menyebut, kebijakan subsidi tersebut sesuai dengan Pasal 153 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian.

Di mana selisih biaya operator yang tidak bisa diakomodir oleh masyarakat, akan dibayarkan oleh pemerintah melalui subsidi dana keperintisan.

"Ini bentuk dukungan kami supaya masyarakat ini bisa bermobilitas dengan mudah. Serta bisa mengakses transportasi kereta api yang layak itu dengan subsidi keperintisan," ungkapnya.

Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Keselamatan

Berbagai capaian pertumbuhan KA Batara Kresna merupakan wujud PT Kereta Api Indonesia dalam menyediakan transportasi yang ideal bagi masyarakat.

Demi menjaga keberlangsungan itu, KAI berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan di lingkup operasional KA Batara Kresna.

Upaya yang dilakukan antara lain adalah perbaikan jalur kereta api, yang meliputi penggantian rel tipe R.42/R.33 menjadi R.54 dan penggantian bantalan dari besi ke beton yang lebih kuat.

Selain itu, peninggian peron agar setara dengan pintu kereta juga dilakukan.

Pembangunan empat pintu perlintasan kereta api dan pos jaga di wilayah Sukoharjo turut dilaksanakan untuk meningkatkan keamanan di perlintasan sebidang.

Sementara di jalur lintas rel Kota Solo, KAI Daop 6 terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan bersama.

Deengan berbagai langkah perbaikan itu, KAI menargetkan dapat meningkatkan kecepatan KA dari 30 km per jam menjadi 60 km per jam.

Sehingga waktu tempuh juga makin singkat, dari yang semula 105 menit menjadi hanya 60 menit.

"Di samping itu, kami juga berharap masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan di sepanjang jalur kereta api ini," tandas Rudi. (ul/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#moda transportasi #KA Perintis #kai #kereta api #solo #railbus #wonogiri #KA Batara Kresna