Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pasar Saham Domestik Awal Tahun Menguat 0,41 Persen, Ini Penjelasan OJK

Maulida Afifa Tri Fahyani • Rabu, 12 Februari 2025 | 14:57 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar

RADARSOLO.COM - Pasar saham domestik ditutup menguat sebesar 0,41 persen mtd ke level 7.109,20 per 31 Januari 2025.

Nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 12.319 triliun atau turun 0,14 persen mtd atau ytd.

"Di tengah sentimen terhadap kondisi perekonomian global, pasar saham domestik awal tahun 2025 ditutup menguat sebesar 0,41 persen, sementara itu, non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp 3,71 triliun mtd," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Selasa (11/2/2025).

Mahendra menambahkan, secara mtd kinerja indeks sektoral terjadi penguatan di beberapa sektor, dengan penguatan terbesar di sektor consumer cyclicals dan financials.

Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham secara mtd tercatat Rp 10,71 triliun.

Sedangkan di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI naik 0,77 persen mtd atau ytd ke level 395,70, dengan yield SBN rata-rata turun 1,31 bps mtd atau ytd per akhir Januari 2025.

"Untuk pasar obligasi korporasi, investor non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp 0,78 triliun secara mtd atau ytd," imbuhnya.

Untuk industri pengelolaan investasi, lanjut Mahendra, nilai Asset Under Management (AUM) tercatat sebesar Rp 834,87 triliun (turun 0,30 persen scara mtd atau ytd) pada 31 Januari 2025.

"Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana juga tercatat sebesar Rp 496,75 triliun atau turun 0,50 persen ytd pada 31 Januari, dan tercatat net redemption sebesar Rp 2,59 triliun secara mtd atau ytd," imbuhya.

Lebih lanjut, Mahendra mengatakan, penghimpunan dana di pasar modal pada tahun 2024 berhasil melampaui target di atas Rp 200 triliun. Yaitu mencapai Rp 259,24 triliun dari 199 penawaran umum yang secara nominal didominasi oleh penawaran umum sektor keuangan (36 persen).

Selanjutnya, per 31 Januari 2025 tercatat nilai Penawaran Umum mencapai Rp 1,10 triliun melalui 2 Penawaran Umum Berkelanjutan.

"Di sisi demand, jumlah investor pasar modal telah tumbuh 6 kali lipat dalam 5 tahun terakhir menjadi 14,87 juta investor di 2024, sementara per awal tahun ini tercatat jumlah investor mencapai 15,16 juta," tukasnya. (ul/nik)

Editor : Niko auglandy
#ekonomi #pasar saham #ojk