Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

'BRI Peduli Yok Kita Gas' Edukasi Masyarakat Soal Pengelolaan Sampah, Ini Dampak Nyata di Hari Peduli Sampah Nasional

Syahaamah Fikria • Minggu, 23 Februari 2025 | 01:20 WIB
BRI Peduli Yok Kita Gas menggelar sosialisasi dan workshop pengelolaan sampah bersama siswa di Hari Peduli Sampah Nasional.
BRI Peduli Yok Kita Gas menggelar sosialisasi dan workshop pengelolaan sampah bersama siswa di Hari Peduli Sampah Nasional.

RADARSOLO.COM - BRI Peduli sebagai payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kembali tunjukkan komitmennya dalam menangani isu sampah dan melestarikan lingkungan lewat program 'Yok Kita Gas.'

Terbaru, program digelar di Istana Maggot BSF, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan, Surabaya, Jawa Timur.

Di mana kegiatan kali ini digelar sekaligus untuk memperingati Hari Peduli Sampah pada 21 Februari 2025.

Diikuti oleh 100 warga Kelurahan Kebonsari dan 50 pelajar dari SMP Negeri 36 Surabaya.

Selama acara, peserta mengikuti berbagai aktivitas. Seperti sosialisasi mengenai pemilahan sampah sejak dari sumbernya untuk mendukung upaya daur ulang.

Kemudian, workshop pengolahan sampah yang memberikan pemahaman tentang budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan pembuatan ecoenzym.

Serta praktik langsung mengolah maggot BSF menjadi produk jadi.

Para peserta juga mempelajari konsep Bank Sampah, di mana sampah bernilai ekonomis dapat ditukarkan dengan paket sembako yang telah disediakan.

Selain itu, BRI Peduli juga menyerahkan bantuan berupa tempat sampah pilah kepada kelurahan dan sekolah untuk mendukung kebiasaan memilah sampah sejak dini.

Hasil kegiatan Yok Kita Gas di Kebonsari Surabaya menunjukkan capaian yang mengesankan.

Yakni 73 karung sampah terkumpul, pengurangan sampah organik sebanyak 20 kg, serta sampah anorganik mencapai 99,4 kg.

Program ini juga berpotensi mengurangi emisi gas karbon sebanyak 112,1 kg CO2e dan gas metan sebanyak 98,6 kg CH4e.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menegaskan, program BRI Peduli Yok Kita Gas telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Dampak nyata itu baik dari segi sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

“Inisiatif ini sejalan dengan komitmen BRI mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals, yang mencakup Pilar Pembangunan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan,” ujarnya.

Program ini tidak hanya meningkatkan wawasan mengenai pengelolaan sampah, tapi juga memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam memilah sampah di tingkat rumah tangga.

"Pengelolaan sampah organik yang diolah menjadi pupuk melalui budidaya maggot BSF merupakan salah satu contoh nyata manfaat yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta mendorong budaya menabung melalui program Bank Sampah," papa Catur.

Sejak diluncurkan pada tahun 2021, BRI Peduli Yok Kita Gas telah diterapkan di 41 lokasi di Indonesia.

Mencakup 5 lokasi di pasar tradisional dan 35 lokasi di lingkungan masyarakat.

Program diimplementasikan dalam dua bentuk. Yaitu Yok Kita Gas-Pasar Tradisional dan Yok Kita Gas-Stand Alone, yang dikerahkan di lokasi Bank Sampah atau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di daerah padat penduduk.

Target utama program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.

Terutama siswa, tentang pengelolaan sampah. Serta mendorong kontribusi dalam pengurangan emisi karbon dari limbah domestik.

Hingga saat ini, program telah menyasar 38 Bank Sampah dengan total tabungan mencapai Rp 1,79 miliar.

Memproduksi 155 karung pupuk kompos, 1.250 kemasan pupuk organik cair, 6.921,5 maggot, dan 777 ecoenzym.

Selain itu, program ini telah menyerap 108.860 kg sampah organik dan 88.449,4 kg sampah anorganik.

Lewat program tersebut, potensi pengurangan emisi gas metan dan karbondioksida mencapai 5.442.000 kg CH4e, 4.803.505.000 kg CO2e, serta 221.123,5 kg CO2e untuk sampah anorganik.

Catur menambahkan, BRI Peduli Yok Kita Gas merupakan program pengelolaan sampah terpadu yang mengoptimalkan lahan dan sumber daya secara berkelanjutan.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, mendorong energi bersih yang terjangkau, dan membantu penanganan perubahan iklim.

"Program ini akan diperluas ke kota-kota lain di Indonesia melalui kolaborasi dengan Bank Sampah yang telah ada dan pendampingan konsultan untuk pembangunan infrastruktur serta pemberdayaan SDM masyarakat," tandas Catur. (*/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#BRI #bank sampah #BRI Peduli #BBRI #pengelolaan sampah #CSR BRI #gerakan anti sampah