RADARSOLO.COM– Pengembang di Solo Raya menargetkan penyaluran 5 ribu unit rumah subsidi sepanjang 2025. Optimisme ini didorong oleh tingginya permintaan rumah terjangkau di wilayah ini, terutama di Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali.
Ketua Real Estate Indonesia (REI) Solo Oma Nuryanto mengatakan, secara nasional, kuota rumah subsidi mencapai 220 ribu unit. Meskipun tidak ada kuota khusus untuk Solo Raya, pengembang tetap yakin target dapat tercapai.
“Penyaluran rumah subsidi di Solo Raya berjalan dengan baik. Tahun ini kami menargetkan 5.000 unit bisa tersalurkan,” ujar Oma saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (1/3).
Sempat terjadi penundaan dalam proses akad kredit akibat kendala pada aplikasi Coretax. Namun, Oma memastikan bahwa kini penyaluran telah kembali berjalan normal.
“Sekitar seribu unit rumah yang sempat tertunda kini sudah diajukan untuk akad kredit dan akan disalurkan tahun ini,” jelasnya.
Pengembang melihat potensi besar di daerah dekat pusat kota, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan rumah dengan harga terjangkau.
“Daerah prospektif masih merata, tapi banyak yang mencari lokasi yang dekat dengan pusat kota,” tambahnya.
Harga rumah subsidi di Solo Raya sendiri berkisar antara Rp100 juta hingga Rp166 juta. Saat ini, pengembang belum mengajukan tambahan kuota karena stok awal tahun masih tersedia.
“Kami masih menyalurkan unit yang sudah ada, karena kuota awal tahun ini masih mencukupi,” tutur Oma. (ul/bun)
Editor : Kabun Triyatno