Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Wow, Transaksi Digital di Solo Raya Luar Biasa, Tembus Ratusan Miliar

Maulida Afifa Tri Fahyani • Senin, 10 Maret 2025 | 03:03 WIB

Transaksi digital kini makin populer. (M Arief Budiman/Radar Solo)
Transaksi digital kini makin populer. (M Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Tren transaksi digital di wilayah Solo Raya terus menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Solo, volume transaksi QRIS pada Januari 2025 mencapai 6,4 juta kali transaksi dengan nominal total sebesar Rp 695 miliar.

Kepala BI Solo Dwiyanto Cahya Sumirat mengungkapkan bahwa tingginya angka transaksi ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang beralih ke pembayaran digital untuk keperluan sehari-hari.

"Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Solo Raya semakin melek digital dan lebih memilih pembayaran non-tunai untuk mempermudah transaksi," ujar Dwiyanto, Jumat (7/3/2025).

Menurutnya, kemudahan yang ditawarkan QRIS tidak hanya bermanfaat bagi konsumen, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Solo Raya.

"QRIS memungkinkan transaksi yang lebih mudah, cepat, dan aman. Bagi pedagang, metode ini juga menguntungkan karena seluruh transaksi tercatat dengan rapi, mempermudah pengelolaan usaha," jelasnya.

Seiring meningkatnya transaksi digital, jumlah pedagang yang menggunakan QRIS di Solo Raya juga terus bertambah. Hingga Januari 2025, tercatat lebih dari 900.000 pedagang telah mengadopsi metode pembayaran ini, dengan Kota Solo menjadi daerah dengan jumlah pedagang dan pelaku UMKM terbanyak yang menggunakan QRIS.

Dwiyanto menekankan bahwa penggunaan QRIS memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha.

"Dengan QRIS, pedagang bisa lebih mudah memantau arus kas karena setiap transaksi otomatis tercatat di rekening. Ini juga memudahkan mereka dalam mengajukan kredit usaha ke bank, karena riwayat transaksi bisa menjadi bahan pertimbangan perbankan," paparnya.

Tren pembayaran digital ini telah berlangsung sejak 2020, terutama ketika pandemi mendorong masyarakat untuk menghindari transaksi tunai demi alasan kebersihan dan efisiensi.

"Selama pandemi, QRIS menjadi solusi utama bagi masyarakat untuk tetap bisa bertransaksi tanpa harus keluar rumah atau bersentuhan langsung dengan uang tunai. Kebiasaan ini terus berlanjut hingga kini," tambahnya.

Seiring dengan meningkatnya adopsi pembayaran digital, pemerintah dan Bank Indonesia terus mendorong masyarakat serta pelaku usaha di Solo Raya untuk lebih aktif menggunakan QRIS.

"QRIS kini dapat digunakan di berbagai platform digital, dan masyarakat semakin memahami manfaatnya. Ini menjadi langkah besar dalam mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif, praktis, dan aman," tandas Dwiyanto.

Dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya kesadaran masyarakat, tren transaksi digital di Solo Raya diperkirakan akan terus bertumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan. (ul/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#QRIS #bank indonesia #transaksi digital #solo raya