Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Perekonomian di Kota Solo Tumbuh 5,61 Persen, Ini Alasannya

Maulida Afifa Tri Fahyani • Rabu, 12 Maret 2025 | 02:07 WIB
RAMAI: Suasana Kota Solo yang kian hari semakin padat, dan perekonomian warganya terus berkembang.
RAMAI: Suasana Kota Solo yang kian hari semakin padat, dan perekonomian warganya terus berkembang.

 

RADARSOLO.COM Perekonomian Kota Solo mengalami pertumbuhan signifikan. Tercatat, ekonomi Solo tumbuh sebesar 5,61 persen di sepanjang  2024.

Kepala Bank Indonesia (BI) Solo Dwiyanto Cahya Sumirat menyebut, angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan Jawa Tengah maupun tingkat nasional.

"Pertumbuhan ekonomi Solo ada di angka 5,61 persen, ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di Solo Raya yang tumbuh di 5,21 persen. Apalagi dibandingkan dengan pertumbuhan di Jawa Tengah yang 4,95 persen dan nasional 5,03 persen," terangnya.

Dwiyanto mengatakan, meskipun Kota Solo memiliki keterbatasan wilayah, namun perkembangan ekonomi yang terjadi cukup signifikan.

Sektor konstruksi menjadi penyumbang terbesar mencapai 24,49 persen. Hal ini didorong oleh proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan konstruksi yang dilakukan pemerintah.

Selain itu, sektor perdagangan besar dan eceran turut menyumbang pertumbuhan sebesar 22,11 persen. Menurut Dwiyanto, ini dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan masyarakat yang terus berkembang pesat.

"Kalau kami bandingkan secara Solo Raya, yang paling berkontribusi itu adalah industri manufaktur dan industri pengolahan. Sebagaimana kita tahu, banyak sekali industri pengolahan di Solo Raya, seperti tekstil dan produk tekstil. Bahkan di Solo sendiri itu punya produksi es batu, produksi buku, dan lain-lain," jelasnya.

Lebih lanjut, Dwiyanto memaparkan, dari segi sektoral, pertumbuhan penyediaan akomodasi, makan, dan minum di Solo menunjukkan angka yang signifikan.

Pada tahun 2023, sektor ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 11,6 persen. Tren positif ini terus berlanjut pada 2024 dengan angka 9,45 persen.

"Sektor ini menunjukkan bahwa Solo semakin menjadi kota tujuan wisata dan tempat yang banyak dipilih untuk kegiatan rapat atau acara bisnis," ujarnya.

Tak hanya itu, pendapatan per kapita (PDRB) masyarakat Solo juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2024, pendapatan per kapita mencapai Rp 81,24 juta. Angka ini tertinggi di antara kota-kota lainnya di Solo Raya.

"Kalau kami lihat dari sisi pengeluaran, porsi konsumsi dalam komponen pendapatan itu sangat besar yaitu lebih dari 67 persen, yang juga menjadi pendorong pendapatan domestik buto di Solo ini," tandasnya. (ul/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#bi #ekonomi #solo