Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

IHSG Terpuruk, Pakar Ingatkan Manuver Oknum Serok Saham Murah

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 8 April 2025 | 17:19 WIB
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

RADARSOLO.COM-Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham pada Selasa pagi (8/4/2025).

Menyusul Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 9,19 persen atau 598,56 poin ke level 5.912,06.

Langkah trading halt ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi atas tekanan pasar yang sangat tajam pasca libur panjang Lebaran.

“Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09.30 WIB tanpa perubahan jadwal. Ini dilakukan untuk menjaga perdagangan tetap teratur, wajar, dan efisien,” kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurachmad dalam keterangan resminya.

Kebijakan trading halt ini sejalan dengan ketentuan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, serta Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025.

Pada sesi pembukaan perdagangan, Indeks LQ45 juga merosot tajam sebesar 11,31 persen atau 83,05 poin ke level 651,46.

Hampir seluruh saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) mengalami pelemahan signifikan.

Imbas dari tekanan global terutama kebijakan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kondisi ini membuat kekhawatiran investor meningkat, terlebih karena terjadi setelah jeda panjang libur Lebaran.

Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada mengimbau pelaku pasar untuk tetap rasional dan tidak larut dalam kepanikan.

“Naik turunnya market lebih karena persepsi pelaku pasar terhadap sentimen. Jangan overpanic. Kalau masih ragu, bisa masuk ke instrumen reksa dana pasar uang atau obligasi,” katanya di Jakarta.

Baca Juga: Sinergi Pascalebaran, Forkopimda Karanganyar Gelar Halalbihalal Secara Virtual

Menurut Reza, tidak semua sentimen global berdampak langsung secara fundamental terhadap emiten-emiten lokal. Ia meminta investor tetap menjaga optimisme dan tidak ikut arus panik.

“Kita semua bisa melewati badai ini. Kalau belum yakin, silakan wait and see dulu. Tapi jangan ikut-ikutan panik,” tegas Reza.

Reza juga menyoroti potensi adanya segelintir pelaku pasar yang justru memanfaatkan kondisi ini untuk membeli saham di harga rendah saat terjadi auto rejection bawah (ARB) dan trading halt.

“Apakah memang banyak yang berharap akan terjadi ARB dan halt trading agar bisa serok saham? Di saat seperti ini, kita justru harus saling memberikan harapan, bukan menambah kepanikan,” pungkasnya. (wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#trading halt #saham murah #IHSG