Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sajian Makanan Otentik Berbagai Kota digelar di PMS Solo

Maulida Afifa Tri Fahyani • Jumat, 2 Mei 2025 | 04:23 WIB

 

MERIAH: Rayakan HUT ke-93, PMS Hadirkan Festival Jangkrik Kuliner hingga 4 Mei.   
MERIAH: Rayakan HUT ke-93, PMS Hadirkan Festival Jangkrik Kuliner hingga 4 Mei.  
 

 

RADARSOLO.COM - Kabar gembira bagi pecinta kuliner di Soloraya. Dalam rangka merayakan HUT ke-93, Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) menggelar Festival Jangkrik Kuliner selama lima hari, mulai 30 April-4 Mei.

Bertempat di Gedung PMS Jebres. Festival ini menghadirkan puluhan sajian kuliner nostalgia, yang legendaris dan otentik dari berbagai kota di Indonesia.

Ketua Pelaksana PMS Festival Jangkrik Kuliner Tanu Kismanto mengatakan, festival ini digelar dengan tujuan untuk mengangkat akulturasi budaya lewat kuliner. 

"Bisnis kuliner itu sangat berkembang dari segala penyajian, menu, budaya, ini yang justru sedang legend dan viral. Ini yang memang mau kita angkat di kegiatan ini. Ini yang akan kita tarik menjadi suatu edit value di dalam acara ini, semua asalnya dari Nusantara. Itu yang kami bawa untuk konsep festival kuliner 93 tahun PMS," ungkap Tanu saat pembukaan, Kamis (30/5).

Ada sekira 29 tenant meramaikan festival kuliner ini. Tidak hanya berasal dari Solo, namun juga luar kota bahkan luar pulau Jawa. Dengan berbagai menu otentik halal seperti Rak Thai Dessert, Pratunam Chicken Rice, Mie Balap Wahidin Medan, Roast it-Hainam Chicken Rice, Rujak Kolam Medan, Ahaw Jajanan Pontianak, dan Kopi Asiong Kalimantan. 

Dan menu halal lainnya seperti Papi Float, Nasi Goreng Babat Pandawa Since 1957, Es Campur Aslie Garut, Tahu Sumedang, Rujak Juhi Pak Tata Since 1978 dan Ppai Dimsum.

Sementara deretan menu non halal di antaranya Bos Babi Kecap Muara Karang, Bakmi Alit Pontianak, Only Porks, Bahong Kelapa Gading, Nasambi Medan, Xiamen Rolls, Kerupuk Babi Ajong, Nana Dome Bakpao Labu Kuning, Kwetiau Goreng Medan Yui, Nasi Campur Kaifon Lie Since 1963, Fei Pig, Sate Babi Benteng 89 dan Mongkok Story.

"Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, kami juga melakukan zonasi dengan memisah tenant halal dan non halal. Termasuk untuk sitting area, area memasak dan area cuci untuk prepare," imbuh dia.

"Selain itu, juga akan ada hiburan dari band-band akan ditampilkan, bekerjasama dengan sekolah-sekolah sekitar," terangnya.

Ketua Umum PMS Sumartono berharap, Festival Jangkrik Kuliner PMS membawa multiplier effect untuk meningkatkan roda perekonomian Kota Solo. Sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya khususnya akulturasi kuliner.

"Dampak yang paling penting ini yang kita buat secara tidak langsung multiplier effect. Membawa dampak yang positif bagi seluruh sektor. Karena pertama kalinya HUT PMS kami adakan acara seperti ini. Yang harapannya semua mendapat berkah," ujarnya.

Sementara itu, Founder Jangkrik Kuliner Asiong Lie turut berharap festival Jangkrik kuliner akan menjadi agenda tahunan PMS. "Kami berharap, acara ini bisa diterima oleh semua pecinta kuliner di Kota Solo dan kota-kota sekitarnya. Biar mereka bisa menikmati sajian kuliner yang kita bawakan," pungkasnya. (ul/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#pms #festival #kuliner #non halal