Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tren Gaya Hidup Sehat Buka Banyak Peluang, BRI Dorong UMKM Gula Aren Asal Banten Go Global

Syahaamah Fikria • Sabtu, 3 Mei 2025 | 23:16 WIB
Produk gula aren dari PT Tangkal Kawung Indojaya yang didukung BRI, kini siap ekspor ke Korea.
Produk gula aren dari PT Tangkal Kawung Indojaya yang didukung BRI, kini siap ekspor ke Korea.

RADARSOLO.COM - Tren gaya hidup sehat yang terus berkembang di masyarakat mendorong permintaan terhadap produk pangan alami, termasuk gula aren kini semakin diminati.

Sebab, gula aren memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan gula pasir biasa.

Salah satu pelaku UMKM yang memanfaatkan peluang ini adalah PT Tangkal Kawung Indojaya, produsen gula aren asal Kelurahan Trondol, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.

Melalui merek dagang Tangkal Kawung, perusahaan ini menghadirkan gula aren dalam dua varian, yaitu bubuk dan cair, guna menjangkau pasar yang lebih luas.

Director PT Tangkal Kawung Indojaya Adhe Shafitri mengatakan, UMKM tersebut telah memproduksi gula aren sejak 2018 dalam dua bentuk, yakni bubuk dan cair.

"Saat ini, kami sedang memperkenalkan varian cair yang memiliki cita rasa lebih manis dengan kadar gula lebih rendah dibandingkan versi bubuk," tutur dia.

Adhe menjelaskan, perbedaan utama antara gula aren bubuk dan cair terletak pada kadar gula dan intensitas rasa manis.

Gula aren bubuk memiliki kadar gula lebih tinggi, namun rasa manisnya lebih ringan.

"Sementara varian cair menawarkan manis yang lebih kuat tetapi kandungan gulanya lebih rendah," jelasnya.

Tangkal Kawung menyediakan berbagai ukuran kemasan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha.

Gula aren bubuk tersedia dalam kemasan 500 gram dan 5 kg. Sedangkan varian cair hadir dalam ukuran 250 ml, 750 ml, 1 liter, dan 5 liter.

Varian 250 ml yang dibanderol Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu menjadi favorit konsumen rumahan.

Sementara itu, kemasan besar banyak digunakan oleh pelaku bisnis seperti coffee shop, toko kue, dan bakery.

Selain menyasar pasar ritel, PT Tangkal Kawung Indojaya juga fokus pada segmen B2B dengan menjalin kerja sama dengan pemilik kedai kopi dan usaha kuliner lainnya.

"Kami berharap bisa memperluas jaringan kerja sama dengan pelaku industri F&B yang juga hadir di BRI UMKM EXPO(RT) 2025," papar Adhe.

Lebih jauh, perusahaan ini juga sedang menyiapkan langkah ekspansi ke pasar internasional.

Korea Selatan menjadi target ekspor utama karena dinilai memiliki peluang besar serta regulasi impor yang relatif lebih terbuka dibandingkan Uni Eropa dan Amerika Serikat.

"Peluang di Korea cukup menjanjikan. Kami sedang mempersiapkan persyaratan ekspor dan melihat potensi pertumbuhan yang besar di sana,” ungkap Adhe.

Di pasar domestik, Tangkal Kawung telah memiliki pelanggan tetap dari berbagai kota seperti Aceh, Lampung, dan Surabaya.

Melalui keikutsertaan dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025, perusahaan berharap dapat memperluas pangsa pasar, meningkatkan brand awareness, serta menjalin kemitraan strategis dengan pelaku bisnis nasional maupun global.

Produk Tangkal Kawung saat ini sudah tersedia secara offline dan juga bisa dibeli melalui e-commerce seperti Tokopedia, Blibli, dan Shopee.

Perusahaan ini mencatat omzet bulanan antara Rp 20 juta hingga Rp 25 juta.

Mereka optimistis bisa terus bertumbuh seiring meningkatnya tren konsumsi produk sehat di masyarakat.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi menyampaikan, kisah sukses Tangkal Kawung adalah bukti nyata dukungan BRI terhadap UMKM Indonesia untuk go global.

"Harapannya, kami dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor produk lokal," ujar Hendy.

Sebagai informasi, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang digelar pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City sukses menarik lebih dari 69 ribu pengunjung.

Acara tersebut mencatat transaksi senilai lebih dari Rp 40 miliar dan realisasi kontrak ekspor mencapai USD 90,6 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#BRI #ekspor #BBRI #umkm #gula aren #go global