Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Redam Volatilitas Di Pasar Saham, Kinerja Pasar Modal dan Keuangan Tunjukkan Tren Meningkat, Ini Penjelasan OJK

Maulida Afifa Tri Fahyani • Jumat, 16 Mei 2025 | 02:25 WIB
AMAN: Investor mengamati pergerakan pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo, kemarin (12/5). Keamanan pasar modal sudah dijamin oleh SIPF. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
AMAN: Investor mengamati pergerakan pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo, kemarin (12/5). Keamanan pasar modal sudah dijamin oleh SIPF. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Kinerja pasar modal dan derivatif keuangan nasional menunjukkan peningkatan positif, meski di tengah tekanan global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pasar saham domestik menguat 3,93 persen secara month-to-date (MtD) ke level 6.766,8 hingga akhir April. Penguatan ini tidak lepas dari upaya meredam volatilitas di pasar saham.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menjelaskan, nilai kapitalisasi pasar meningkat menjadi Rp 11.705 triliun atau naik 5,20 persen secara MtD. Meskipun secara year-to-date (YtD) masih turun 5,11 persen.

“Investor asing (non-resident) juga mencatatkan aksi jual bersih (net sell), sebesar Rp 20,79 triliun secara MtD dan Rp 50,72 triliun secara YtD,” jelas Inarno.

Dari sisi sektoral, indeks sektor basic material dan healthcare mengalami penguatan tertinggi. Sedangkan sektor teknologi tercatat melemah.

“Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham secara YtD sebesar Rp 12,47 triliun. Meningkat dibandingkan rata-rata pada Maret yang hanya Rp 12,34 triliun,” imbuhnya.

Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,61 persen secara MtD atau naik 3,39 persen secara YtD ke level 405,99. Kemudian yield Surat Berharga Negara (SBN) rata-rata turun 15,53 basis poin (bps) secara MtD dan 17,26 bps secara YtD.

“Namun pada pasar obligasi korporasi, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 0,01 triliun MtD dan Rp 1,42 triliun secara YtD,” jelasnya.

Di sektor pengelolaan investasi, nilai asset under management (AUM) per 30 April tercatat Rp 821 triliun atau naik 1,01 persen secara MtD. Lalu nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana juga naik jadi Rp 502,10 triliun. Naik 1,66 persen secara MtD dan 0,57 persen secara YtD. 

"Kemduian net redemption tercatat Rp 6,24 triliun secara MtD dan Rp 4,88 triliun secara YtD,” terangnya.

Sementaraitu, penghimpunan dana di pasar modal tetap menunjukkan tren positif. Nilai penawaran umumnya mencapai Rp 56,06 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 3,31 triliun berasal dari enam emiten baru.

“Masih ada 85 pipeline penawaran umum dengan nilai indikatif sebesar Rp 70,54 triliun,” bebernya. (ul/fer)

Editor : fery ardi susanto
#pasar saham #Pasar modal 2025 #ojk #otoritas jasa keuangan