Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Penyerapan Kuota Rumah Subsidi di Solo Raya Terus Digenjot, Permintaan Tinggi

Maulida Afifa Tri Fahyani • Senin, 26 Mei 2025 | 01:40 WIB
Kebutuhan rumah setiap tahun terus meningkat, terutama rumah subsidi pemerintah. (M Ihsan/Radar Solo)   
Kebutuhan rumah setiap tahun terus meningkat, terutama rumah subsidi pemerintah. (M Ihsan/Radar Solo)  

RADARSOLO.COM - Penyerapan kuota rumah subsidi terus dioptimalkan oleh para pengembang di Solo Raya.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Solo Raya, Oma Nuryanto, mengatakan bahwa saat ini kuota rumah subsidi dari pemerintah secara nasional mencapai sekitar 430 ribu unit, dengan Solo Raya memiliki stok sekitar 15 ribu unit.

Menurut Oma, pengadaan rumah subsidi di Solo Raya masih berjalan lancar dan stabil. Hal ini didorong oleh tingginya kebutuhan hunian atau backlog rumah yang masih tinggi di wilayah tersebut.

“Backlog kita masih cukup tinggi. Artinya, rumah subsidi tetap terserap oleh pasar. Tidak ada kendala penjualan,” ujarnya.

Program rumah subsidi ini merupakan bagian dari implementasi target pemerintah untuk membangun tiga juta rumah. Di Solo Raya, sekitar 150 pengembang berperan aktif dalam proyek ini, dengan total stok rumah siap huni sekitar 2.000 unit.

“Mayoritas pembeli adalah pasangan muda dengan satu anak, atau yang baru akan menikah,” jelas Oma.

Selain subsidi, Oma juga menyebutkan bahwa pasar rumah komersial masih diminati. Segmen harga Rp 400 juta hingga Rp 500 juta menjadi yang paling dicari.

“Seperti pameran REI Expo tahun lalu, banyak karyawan BUMN, perbankan, atau swasta, serta keluarga yang mencari rumah komersil. Paling laris yang desain satu lantai,” ungkap Oma.

Lebih lanjut, Oma juga menyebutkan bahwa lokasi favorit untuk hunian pilihan masih berada di wilayah penyangga Kota Solo, seperti Solo Baru, Colomadu, Mojosongo, Ngemplak, Grogol, dan lainnya.

Pihaknya berharap agar dukungan regulasi dan kemudahan perizinan terus diberikan oleh pemerintah. Hal ini bertujuan untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni, baik subsidi maupun komersial, bagi masyarakat Solo Raya.

“Yang ada kendala itu sebenarnya rumah komersil yang agak turun, sedangkan untuk subsidi penjualannya masih stabil,” tukasnya. (ul/nik)

Editor : Niko auglandy
#rumah subsidi #properti #rei