Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

The Power of Kepepet, Masyarakat Sering Merasa Terdesak oleh Berbagai Tekanan dan Ini Solusinya

Fauziah Akmal • Selasa, 1 Juli 2025 | 21:05 WIB

Aktivitas perdagangan di Pasar Gede, Kota Solo, Jumat (4/4/2025).
Aktivitas perdagangan di Pasar Gede, Kota Solo, Jumat (4/4/2025).

RADARSOLO.COM — Gelombang isu kesehatan mental kian lantang terdengar. Salah satunya karena masyarakat merasa terdesak oleh berbagai tekanan.

Masalah ekonomi bukan penyebab tunggal gangguan mental. Sering kali konflik emosional yang belum terselesaikan juga menjadi pemicunya.

Menurut pakar kesehatan mental Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Eny Purwandari, kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental muncul bukan semata karena tren, melainkan karena "the power of kepepet" saat seseorang sudah berada di titik tekanan tertinggi.

“Akhir-akhir ini kenapa (kesehatan mental) baru didengungkan? Ya karena semua lini itu kegencet. Akhirnya dibutuhkan apa? Kewarasan. Kewarasan secara psikologis agar bisa produktif lagi,” jelasnya.

Eny mengatakan, tuntutan ekonomi dan akademis di masyarakat saat ini turut dipengaruhi oleh kemajuan digitalisasi yang begitu cepat. Akibatnya, banyak individu mengalami tekanan mental yang berujung pada beban emosional yang menumpuk.

“Beban yang menumpuk akhirnya unfinished business. Sulit mencari unfinished business itu ada di sisi mana, belum tentu ekonominya,” imbuhnya.

Dia mencontohkan unfinished business atau masalah emosional yang belum tuntas, seperti relasi keluarga yang renggang, pengalaman traumatis, atau tekanan akademik yang berlebihan.

Tekanan tersebut, lanjut Eny, tidak pandang bulu. Banyak mahasiswa dari keluarga berada justru menyimpan luka tak kasatmata lantaran kehilangan kehangatan orang tua.

Ada pula kasus trauma pelecehan seksual yang bertahun-tahun terpendam karena minimnya literasi kesehatan mental di lingkungan rumah.

“Makanya literasi kesehatan mental itu dibutuhkan di semua lini. Baik anak, pekerja, mahasiswa, maupun orang tua,” tegasnya. (zia/nik)

Editor : Niko auglandy
#ekonomi #mental