Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tekan Inflasi Dan Stunting, Dorong Konsumsi Ikan Lokal Melalui Lomba Cipta Menu

Fauziah Akmal • Rabu, 30 Juli 2025 | 02:15 WIB

 

Peserta perwakilan kecamatan di kota Solo sedang meracik menu andalannya dalam Lomba Cipta Menu Ikan bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah, Selasa (29/7).
Peserta perwakilan kecamatan di kota Solo sedang meracik menu andalannya dalam Lomba Cipta Menu Ikan bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah, Selasa (29/7).

RADARSOLO.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Solo menggelar Lomba Cipta Menu Ikan dan Gerakan Pangan Murah (GPM), Selasa (29/7). Dua agenda ini menjadi strategi untuk meningkatkan konsumsi ikan lokal, sekaligus menjaga stabilitas kestabilan harga pangan di masyarakat.

Kepala Dispangtan Solo Eko Nugroho menjelaskan, tingkat konsumsi ikan di Kota Bengawan tergolong rendah dibanding rata-rata provinsi dan nasional. Karena itu, inovasi olahan ikan lokal terus didorong agar lebih menarik, terutama untuk anak-anak.

“Kami ingin masyarakat tak hanya mengenal ikan lewat goreng dan bakar. Tapi juga lewat menu-menu kreatif dan bergizi lainnya,” ungkapnya.

Lomba diikuti 15 tim dari lima kecamatan. Masing-masing mengangkat menu berbahan dasar ikan lokal seperti patin, lele, gurame, dan nila. Selain sarana edukasi gizi, kegiatan ini juga menjadi ajang seleksi menuju lomba serupa di tingkat provinsi.

Selain itu, dispangtan juga menggandeng kelompok tani dan wanita tani dalam budidaya ikan melalui bantuan kolam terpal, bibit, hingga pakan. Langkah ini sejalan dengan program restocking atau penebaran benih ikan di perairan umum, sebagai upaya peningkatan produksi perikanan di Solo.

Sementara itu, GPM menyediakan berbagai kebutuhan pokok bersubsidi. Mulai dari beras, gula, telur, minyak goreng, hingga sayuran dan ikan. Total terdapat 10 booth dari BUMN, BUMD, serta kelompok tani dan pengelola pangan lokal.

“GPM digelar 22 kali hingga akhir tahun. Bergilir di seluruh kecamatan. Harapannya bisa menekan inflasi dan mempermudah akses pangan masyarakat,” bebernya.

Hadirnya lomba cipta menu ikan dan GPM mendapat apresiasi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo Venessa Respati Ardi. “Ikan lokal mengandung gizi tinggi dan bisa jadi alternatif untuk pencegahan stunting. Ini juga cara mengenalkan olahan pangan sehat kepada keluarga,” ucapnya.

Sementara itu, peserta dari PKK Kelurahan Mojosongo menyajikan kreasi dimsum patin, pesmol patin sawi, bubur bayi dari beras merah dan patin, serta puding kelor dan bunga telang.

“Ikan patin durinya sedikit, aman untuk balita. Gizinya tinggi dan harganya terjangkau. Kami ingin menunjukkan, bahwa masakan lokal bergizi dan menarik,” ujar Tuparni, salah seorang peserta lomba. (zia/fer)

Editor : fery ardi susanto
#gerakan pangan murah kota solo #dispangtan kota solo #lomba cipta menu ikan di solo