Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sektor Pendidikan Sumbang Inflasi Kota Solo Bulan Juli, Dipengaruhi Pembelian Seragam Baru

Fauziah Akmal • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 02:48 WIB

 

Sejumlah orang tua murid memilih baju seragam untuk anaknya. Momentum tahun ajaran baru turut mempengaruhi tingkat inflasi Solo pada Juli di Kota Solo.
Sejumlah orang tua murid memilih baju seragam untuk anaknya. Momentum tahun ajaran baru turut mempengaruhi tingkat inflasi Solo pada Juli di Kota Solo.

RADARSOLO.COM – Meski inflasi Kota Solo pada Juli 2025 relatif terkendali di angka 0,09 persen (mtm), Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo mengingatkan adanya tekanan harga yang patut diwaspadai. Tekanan ini berasal dari kombinasi momen tahun ajaran baru dan gangguan hasil panen akibat cuaca ekstrem.

Kepala BPS Kota Solo Ratna Setyowati menyebut, Juli menjadi titik krusial karena masuknya periode ajaran baru 2025/2026 untuk tingkat pendidikan dasar hingga menengah. Hal ini berdampak langsung pada kelompok pengeluaran pendidikan yang mencatat inflasi 0,94 persen.

Tak hanya itu, penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina juga turut memberi tekanan. Harga Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex masing-masing naik sekitar 3 hingga 5 persen. Hal Itu ikut memengaruhi biaya transportasi dan logistik barang.

Namun yang tak kalah penting, Ratna menyoroti kondisi cuaca. Curah hujan di atas normal sejak beberapa waktu terakhir menyebabkan sebagian hasil pertanian terdampak.

Beberapa komoditas pangan memang mulai menunjukkan kenaikan harga, seperti telur ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah. Sebaliknya, deflasi masih terjadi pada bawang putih, kacang panjang, ketimun, dan buncis.

Secara tahunan (YoY), inflasi Solo tercatat 2,19 persen. Emas menjadi penyumbang terbesar akibat kenaikan harga global dengan andil -0,42 persen. Diikuti oleh kelompok pendidikan serta makanan dan minuman. Namun, sektor informasi dan jasa keuangan justru mengalami deflasi 0,53 persen dengan andil -0,04.

BPS menilai, inflasi Juli masih dalam koridor target nasional sebesar 2,5 ±1 persen. Namun situasi ini harus jadi bahan evaluasi, terutama menghadapi potensi fluktuasi harga pangan yang bisa dipicu musim tanam terganggu dan konsumsi meningkat.

”Produksi pertanian dengan adanya cuaca dan masa tanam menjadi pertimbangan hasil produksi bulan-bulan ke depan akan sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya. Sehingga menyebabkan komoditas hasil pertanian sedikit mengalami kenaikan,” tegasnya. (zia/adi)

Editor : fery ardi susanto
#inflasi kota solo #badan pusat statistik #BPS Solo #pendidikan sumbang inflasi kota solo