RADARSOLO.COM — Badan Pusat Statistik Kota Solo mencatat okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Kota Bengawan pada Juni 2025 mencapai 53,46 persen.
Sedikit lebih tinggi dari bulan Mei dengan kenaikan 3,34 poin, tetapi lebih rendah dibandingkan Juni 2024 yang mencapai 56,27 persen atau turun 2,81 poin.
Kepala BPS Kota Solo Ratna Setyowati mengatakan, tingkat hunian tertinggi terdapat di hotel bintang 4 plus mencapai 56,90 persen sementara terendah di hotel bintang 1 yang mencapai 31,94 persen.
“Kemudian untuk (hotel) nonbintang ini sedikit mengalami kenaikan dibandingkan bulan lalu walaupun tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya juga sedikit mengalami penurunan. Iramanya sama antara hotel bintang dengan non bintang,” paparnya.
Dia menambahkan, rata-rata lama menginap di hotel bintang pada Juni 2025 sedikit lebih rendah dari Mei 2025 atau menurun 0,01 persen, tetapi lebih lama dibandingkan Juni 2024.
“Rata-rata menginap juga tertinggi di hotel bintang 4 plus, sedangkan yang terendah juga terjadi di hotel bintang 1. Untuk rata-rata lama menginap di hotel non bintang masih sama antara bulan Mei dan Juni dan ini lebih tinggi dibandingkan kondisi bulan Juni 2024,” imbuhnya.
Dia memerinci, rata-rata lama menginap wisatawan nusantara (wisnus) di bulan Juni adalah 1,38 hari (turun 0,01 hari dari Mei), sedangkan wisatawan mancanegara (wisman) 2,03 hari (turun dari 2,36 hari di Mei).
BPS Solo juga mencatat jumlah penumpang pesawat komersial yang datang di Bandara Adi Soemarmo pada Juni 2025 mencapai 56.453 orang. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 33.853 orang.
“Kedatangan ini baik month-to-month maupun year on year-nya terjadi kenaikan yang cukup signifikan. Di month-to-month mencapai 66 persen lebih dan dibandingkan tahun lalu kenaikannya 5,12 persen,” jelasnya.
Sementara, jumlah keberangkatan pada Juni 2025 (36.014 orang) lebih rendah dari Mei (68.307 orang) atau turun sekitar 47 persen. Dibandingkan Mei 2024 pun menurun sebesar 31,98 persen.
“Di Juni 2025 kedatangan dari Denpasar dan Halim Perdanakusuma mengalami kenaikan sekitar tiga ratusan penumpang sementara dari Soekarno-Hatta mengalami penurunan dibandingkan Mei 2025,” imbuhnya.
Ratna menambahkan, tren serupa terlihat pada keberangkatan. Penerbangan internasional untuk umrah di Juni 2025 tercatat kedatangan 4.671 penumpang dari Jeddah dan Madinah, sementara keberangkatan belum tercatat. (zia/nik)
Editor : Niko auglandy