Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Investor Pasar Modal di Solo Raya Naik 84 Ribu, Transaksi Saham Nyaris Tembus Rp 1,4 Triliun

Fauziah Akmal • Selasa, 12 Agustus 2025 | 02:09 WIB

 

Media gathering bersama OJK Solo, Sabtu (9/8).
Media gathering bersama OJK Solo, Sabtu (9/8).

RADARSOLO.COM – Di tengah perlambatan ekonomi, jumlah single investor identification (SID) di Solo Raya mencatatkan pertumbuhan signifikan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, per Juni terdapat 546.932 SID. Jumlah ini naik 12.543 SID atau 2,35 persen dibanding Juli (month-to-month). 

Secara tahunan (year-on-year), lonjakan lebih tajam terjadi dengan tambahan 84.697 SID atau 18,32 persen dibanding Juni 2024, yang tercatat 462.235 SID. Meliputi SID saham, reksadana, surat berharga negara (SBN), dan E-BAE.

Kota Solo menyumbang kenaikan tertinggi. Disusul Kabupaten Klaten (97.443 SID) dan Kabupaten Sukoharjo (86.612 SID).

“Fenomena investasi ini berkembang seiring kemudahan digital. Literasi pasar modal jadi tematik edukasi kami tahun ini. Mulai dari sekolah, kampus, ASN, hingga desa. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya menabung atau deposito, tapi juga mengenal pasar modal,” kata Kepala OJK Solo Eko Hariyanto.

Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan LMS OJK Solo Heri Santosa menambahkan, tren peningkatan SID juga didorong oleh banyaknya anak muda yang membuka rekening investasi. Bursa Efek Indonesia (BEI) Jateng 2 di Solo pun aktif membuka galeri investasi. 

Sementara itu, lonjakan jumlah investor berbanding lurus dengan nilai transaksi saham. Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Solo Soni Prima mencatat, nilai transaksi saham di Solo melonjak dari Rp473 miliar pada Juni 2024 menjadi Rp1,4 triliun pada Juni 2025.

"Di triwulan pertama sampai triwulan kedua itu banyak sekali perusahaan-perusahaan yang di RUPS bagi dividen dan akhirnya sahamnya naik," ungkapnya.

Soni menambahkan, beberapa industri jasa keuangan (IJK) dengan saham-saham besar seperti BCA, Mandiri, dan BRI sempat berada di harga menarik sehingga memicu minat beli investor.

“OJK Solo mengawasi 1 penasihat investasi, 24 perusahaan efek, dan 52 cabang perusahaan efek di wilayah Solo Raya” imbuhnya.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan ini aktif memberikan rekomendasi portofolio kepada investor, yang turut mempercepat pertumbuhan SID dan nilai transaksi. (zia/fer)

Editor : fery ardi susanto
#media gathering ojk solo #pasar modal solo raya #bursa saham solo raya #otoritas jasa keuangan