RADARSOLO.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo mencatat sejumlah penutupan jaringan kantor lembaga keuangan, serta konsolidasi bank perkreditan rakyat (BPR) sepanjang 2024 hingga Agustus 2025. Seperti disampaikan Kepala OJK Solo Eko Hariyanto.
Eko menjelaskan, dalam periode tersebut terdapat penutupan satu kantor pusat BPR UMKM. Plus 13 kantor cabang bank umum.
“Di 2025, satu kantor cabang perusahaan pembiayaan juga tutup. Ditambah dua kantor cabang pergadaian, dua kegiatan perusahaan sekuritas, dan lima lembaga keuangan mikro,” paparnya.
Penutupan jaringan kantor bank umum ini dilakukan PT Bank UOB Indonesia hingga PT Bank Sinarmas Tbk. Sementara untuk sektor nonbank, di antaranya PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT KB Valbury Sekuritas, PT Bussan Auto Finance, dan PT Gade Sakti Nusantara.
Untuk koperasi lembaga keuangan mikro (LKM), yang berhenti beroperasi antara lain Koperasi LKM Sido Mulyo, Koperasi LKM Pondok Subur, Koperasi LKM Desa Bendo, Koperasi LKM Suko Raharyu, dan Koperasi LKM Murih Raharjo.
Selain itu, OJK Solo juga mencatat adanya konsolidasi BPR. Hingga Agustus, enam BPR telah mendapat persetujuan merger. Beberapa BPR melakukan merger lintas wilayah di Bangka Belitung dan DI Jogjakarta.
Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Solo Soni Prima menambahkan, konsolidasi ini sesuai peraturan OJK nomor 7/2024 terkait kepemilikan tunggal (single presence policy).
“Dengan modal inti minimal Rp 80 miliar, BPR dapat memperluas produk dan aktivitas. Termasuk perdagangan valuta asing, hingga rencana penawaran umum perdana (IPO),” paparnya. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto