Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Demo di Solo Bikin Mall Turun Trafik, PR Mal Ungkap Fakta Mengejutkan Ini

Mannisa Elfira • Selasa, 2 September 2025 | 14:08 WIB

 

Bangunan depan Solo Grand Mall.
Bangunan depan Solo Grand Mall.

RADARSOLO.COM – Riak demonstrasi yang semalam mengguncang Kota Bengawan ternyata ikut merembet ke sektor ekonomi. Okupansi pengunjung di sejumlah pusat perbelanjaan Solo Raya menurun.

Meski jumlahnya tak signifikan, manajemen mall berharap situasi kondusif segera pulih agar denyut ekonomi tidak makin tertekan.

Public Relation (PR) NEO Solo Grand Mall, Elvira Dyahajeng Syavala, tak menutup mata atas imbas tersebut.

Dia juga menyampaikan duka atas kejadian yang menodai wajah Solo.

“Semalam juga ada aksi demonstrasi di sepanjang jalan Slamet Riyadi. Dampak yang terjadi di mall kami syukur alhamdulillah nya tidak ada, tidak ada kerusakan sama sekali. Namun untuk jumlah pengunjung pastinya berpengaruh, meski tidak signifikan. Mungkin fokus masyarakat sekarang menyampaikan aspirasinya,” ujar Elvira kepada Jawa Pos Radar Solo.

Baca Juga: Eko Patrio dan Uya Kuya Masih Terima Gaji-Tunjangan Meski Nonaktif, Kapan Resmi Diberhentikan dari DPR?

Meski begitu, roda bisnis tetap berputar. NEO Solo Grand Mall beroperasi normal pukul 10.00–21.00, hanya menyesuaikan jika ada instruksi darurat dari pemerintah. Pihaknya juga mengikuti arahan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) agar semua pihak menahan diri demi menjaga kondusivitas.

“Sehingga tidak menganggu aktivitas masyarakat sekitar yang berpotensi nantinya berpengaruh pada keberlangsungan kehidupan rakyat dan perekonomian. Kami juga berharap semua saling jaga,” tambahnya.

Suasana senada disampaikan PR The Park Mall Solo, Christina Tri Mawarti. Ia menyebut mall di kawasan Sukoharjo itu tetap buka normal pukul 10.00–22.00. Hanya saja, penurunan trafik pengunjung kali ini cukup terasa. Banyak masyarakat memilih bertahan di rumah daripada berbelanja.

“Kami secara aktif berkoordinasi dengan tim kepolisian dan pemerintah daerah setempat terkait isu-isu yang mungkin muncul. Namun dari internal, kami sudah berkoordinasi dengan seluruh elemen terkait langkah antisipasi sampai ke tahap eksekusi apabila kondisi chaos,” terang Christina.

Koordinasi juga dilakukan bersama tenant. Manajemen meminta mereka tetap tenang dan disiplin mengikuti arahan apabila terjadi situasi genting.

“Harapan kami, keadaan kembali pulih agar perekonomian juga kembali bangkit. Jangan sampai terprovokasi untuk merusak fasilitas apapun, sehingga aktivitas bisa kembali normal. Semoga semua aman terkendali,” pungkasnya. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#ekonomi #demo #mall