Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Festival Ekonomi Syariah Terbesar di Indonesia Tarik 444 Ribu Pengunjung dan Catat Rekor Transaksi

Tri wahyu Cahyono • Senin, 13 Oktober 2025 | 15:00 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti memberikan sambutan saat closing ceremony ISEF 2025 di JIEXpo, Jakarta, Minggu (12/10/2025).Dalam gelaran ISEF 2025 selama lima hari Bank Indonesia mengklaim membukukan transaksi sebesar 3,13 Triliun
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti memberikan sambutan saat closing ceremony ISEF 2025 di JIEXpo, Jakarta, Minggu (12/10/2025).Dalam gelaran ISEF 2025 selama lima hari Bank Indonesia mengklaim membukukan transaksi sebesar 3,13 Triliun

RADARSOLO.COM-Gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 resmi ditutup dengan sederet capaian positif yang menegaskan peran strategis ekonomi syariah dalam perekonomian nasional.

Ajang tahunan yang digagas Bank Indonesia (BI) tersebut mencatat total transaksi mencapai Rp3,1 triliun dan berhasil menarik lebih dari 444 ribu pengunjung sepanjang rangkaian kegiatan tahun ini.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menuturkan bahwa penyelenggaraan ISEF 2025 menjadi momentum penting di tengah transisi pemerintahan baru.

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan keberlanjutan arah pembangunan ekonomi syariah nasional yang semakin kuat dan inklusif.

”Tahun ini, ISEF hadir sebagai momentum yang sangat baik di tengah transisi pemerintahan baru," ujar Destry dalam sambutan closing ceremony ISEF 2025, Sabtu (11/10/2025).

"Momentum ini menegaskan komitmen kita semua untuk memastikan kesinambungan dan penguatan arah pembangunan ekonomi syariah nasional, agar tetap sejalan dengan upaya besar menuju Indonesia Maju,” imbuhnya. 

Selama lima hari pelaksanaan, ISEF 2025 mencatat 89 ribu pengunjung, dengan tambahan 355 ribu pengunjung dari rangkaian Road to ISEF yang telah digelar sejak Maret.

Totalnya, 444 ribu orang ikut berpartisipasi dalam festival ekonomi syariah terbesar di Indonesia tersebut.

”Jumlah ini merupakan capaian yang membanggakan bagi kami, karena menunjukkan bahwa ISEF semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia dan juga tamu internasional,” ujar Destry.

Tingginya antusiasme publik, lanjut Destry, menunjukkan bahwa nilai-nilai syariah kini telah diterima luas dan memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.

ISEF 2025 juga menampilkan rangkaian kegiatan yang padat dan beragam.

Selama pelaksanaan, tercatat 22 forum domestik dan internasional, 28 kegiatan pameran dan business linkage, 30 sesi talkshow serta kegiatan komunitas, dan 20 kategori kompetisi.

Baca Juga: Harga Pangan di Solo Bisa Melonjak, Ini Strategi BI Mengendalikannya

Kegiatan ini melibatkan 34 kementerian/lembaga, 30 mitra internasional, dan lebih dari 700 pelaku UMKM dan industri.

Dari sisi transaksi, nilai business matching yang mencakup pembiayaan, perdagangan, dan penjualan mencapai Rp 2,6 triliun selama lima hari penyelenggaraan.

Rinciannya, Rp 2,5 triliun berasal dari komitmen dan realisasi pembiayaan, Rp 143 miliar dari perdagangan, serta Rp 8,7 miliar dari omset penjualan langsung.

Jika digabungkan dengan hasil Road to ISEF, total transaksi sepanjang tahun ini mencapai Rp 3,1 triliun, meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan capaian tahun lalu yang sebesar Rp 2 triliun.

”Hal ini merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi kami karena mencerminkan antusiasme yang semakin tinggi dari berbagai sektor dan lembaga,” tutur Destry.

Selain itu, dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan ISEF ke-12.

Termasuk mitra pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat yang terus mendukung penguatan ekonomi syariah nasional.

”Mari kita terus menjaga semangat sinergi yang telah terbangun selama ISEF berlangsung, karena keberhasilan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju ekonomi syariah Indonesia yang tangguh, berdaya saing, dan berkeadilan,” pungkas Destry. (agf/wir)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#bi #Isef 2025 #umkm #Strategi ekonomi syariah #bank indonesia #Indonesia Sharia Economic Festival #industri