RADARSOLO.COM - Lonjakan penumpang di Stasiun Solobalapan tercatat oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Total 3.616.450 orang memaksimalkan angkutan ini sepanjang periode Januari hingga September 2025.
Kereta Api Jarak Jauh masih mendominasi dengan total 2.064.501 penumpang. KRL Commuterline membuntuti dengan total 1.238.204 penumpang. Lalu KA Lokal BIAS sebanyak 313.745 penumpang.
Tren volume penumpang tertinggi pada KA Jarak Jauh terjadi pada bulan Juli 2025 dengan 141.816 penumpang naik, sementara untuk KRL Commuterline puncaknya terjadi pada bulan April dengan 90.314 penumpang naik.
Lalu untuk KA Lokal BIAS tertinggi pada bulan Juni sebanyak 19.693 penumpang naik. Hal ini disebutkan oleh Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih.
“Lonjakan volume penumpang di pertengahan tahun dipengaruhi oleh masa libur sekolah dan libur panjang Iduladha, yang meningkatkan mobilitas masyarakat Solo dan sekitarnya," ucap Feni.
Feni menambahkan, banyak pelanggan menggunakan KA jarak jauh untuk perjalanan antarkota dan KRL untuk aktivitas harian maupun wisata. Peningkatan ini menggambarkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat.
“Kereta api merupakan moda transportasi massal yang rendah emisi dan berkontribusi nyata dalam pengurangan jejak karbon. KAI terus mendorong kebiasaan mobilitas hijau (go green mobility) dengan mengedepankan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan,” tuturnya.
Stasiun Solobalapan juga terus bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup dan inklusif. Mereka melibatkan berbagai kegiatan seni, budaya, dan sosial yang melibatkan masyarakat.
“Stasiun Solobalapan adalah simbol mobilitas berkelanjutan di Solo Raya, tempat di mana modernitas, konektivitas, dan kepedulian terhadap lingkungan berjalan beriringan,” tutup Feni.
Dengan tren peningkatan penumpang yang konsisten sepanjang tahun, PT KAI Daop 6 Yogyakarta optimistis kinerja layanan angkutan penumpang akan terus tumbuh hingga akhir 2025. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy