RADARSOLO.COM – Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) adakan sosialisasi dengan 58 perusahaan besar di Solo Raya.
Kegiatan ini guna mengenalkan dan mengajak perusahaan industri untuk berkolaborasi bersama mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Sosialisasi diadakan di salah satu kafe ini banjir dukungan dari berbagai perusahaan industri tekstil dan garmen.
Solo menjadi tempat keempat setelah sosialisasi yang diadakan di Bandung, Semarang, dan Jogja.
Industri garmen dan tekstil Indonesia saat ini berada pada titik krusial dalam perjalanan transformasinya.
Dengan ekosistem industri yang lengkap dari hulu hingga hilir, Indonesia sejatinya memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan utama di kancah global.
Ketua Umum AGTI Anne Patricia mengungkapkan, asosiasi ini hadir sebagai langkah strategis untuk menyatukan kepentingan seluruh rantai pasok.
Adanya AGTI guna memperkuat posisi tawar industri serta mendukung adanya kebijakan pro industri untuk kemandirian ekonomi nasional.
"Indonesia sedang proses aksesi menjadi anggota penuh OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) untuk itu kita perlu bersama dalam menghadapi persaingan global," tandasnya.
Dia menjelaskan dalam pemaparan materinya, AGTI memiliki beberapa nilai penting. Di antaranya berkomitmen untuk menerapkan praktik ramah lingkungan, membangun kemitraan yang transparan, berdaya saing lokal dan global, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan keberagaman.
"Dengan konsep ini diharapkan ekosistem industri garmen baik pengusaha, pekerja, dan pemerintah saling terintegrasi," imbuh Anne pada Minggu sore (26/10).
Dia juga menekankan asosiasi ini harus turun di kurikulum.
Agar kualitas pelamar kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan.Perlunya kolaborasi dari berbagai lini menjadi poin utama kekuatan menghadapi industri global.
"Harapan kita adanya AGTI ini bisa memberi masukan pemerintah untuk perindustrian Indonesia. Ketika terjadi sesuatu kita bisa maju bersama untuk saling dukung dan kompromi," jelas Direktur Utama PT Mondrian Nanang Bernadi. (alf/nik)
Editor : Niko auglandy