Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Riset BRI Ungkap KUR BRI Dorong Peningkatan Omzet UMKM Hingga Double Digit

Syahaamah Fikria • Selasa, 11 November 2025 | 02:28 WIB
KUR BRI memberikan dampak positif signifikan terhadap pertumbuhan usaha.
KUR BRI memberikan dampak positif signifikan terhadap pertumbuhan usaha.

RADARSOLO.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan perannya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Melalui riset terbaru dari BRI Research Institute bertajuk “Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM,” terungkap bahwa program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan oleh BRI memberikan dampak positif signifikan terhadap pertumbuhan usaha.

Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan omzet usaha di kalangan debitur hingga mencapai level double digit setelah menerima pembiayaan KUR BRI.

Riset ini melibatkan 2.928 responden penerima pinjaman BRI dan menghasilkan data penting sebagai berikut:

- Mayoritas Omzet Meningkat: Sebanyak 66,2% debitur melaporkan peningkatan omzet usaha setelah memperoleh pembiayaan.

- Rentang Kenaikan Omzet: Dari kelompok yang mengalami kenaikan, 45,9% responden mencatat kenaikan omzet di kisaran 5%–15%.

- Tren Perbaikan Usaha: Survei ini mengindikasikan bahwa aktivitas usaha pelaku UMKM menunjukkan tren perbaikan berkelanjutan seiring peningkatan akses terhadap pembiayaan produktif seperti KUR BRI.

- Porsi Peningkatan Terbesar: Peningkatan omzet usaha paling besar terjadi pada debitur segmen Komersial Kecil dan KUR Kecil.

- KUR Lebih Efektif: Secara umum, debitur KUR (69,7%) lebih banyak yang omzetnya meningkat dibandingkan dengan debitur kredit komersial (59,1%).

Konsistensi Dampak Positif Pembiayaan KUR

Dampak positif dari pembiayaan KUR BRI terbukti konsisten, tidak hanya pada pinjaman yang sedang berjalan, tetapi juga pada pinjaman-pinjaman sebelumnya.

Sebanyak 65,3% debitur melaporkan peningkatan omzet setelah menerima pinjaman pertama.

Angka serupa dicapai pada pinjaman kedua, di mana 64,1% responden menyatakan omzet mereka meningkat.

Konsistensi ini membuktikan bahwa program KUR tetap efektif dalam mendorong pertumbuhan usaha dan memperkuat sektor produktif rakyat Indonesia.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, penyaluran KUR adalah wujud komitmen nyata BRI dalam mewujudkan Asta Cita.

Terutama pada pilar peningkatan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan.

"Akses KUR yang mudah dan cepat juga memberikan rasa aman bagi pelaku usaha mikro untuk terus mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan fasilitas pembiayaan berbunga rendah," ujar Akhmad Purwakajaya.

KUR sendiri merupakan program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM.

Sumber dana KUR 100% berasal dari bank (dalam hal ini BRI), dengan sebagian porsi bunga yang dibayar nasabah mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar. Peningkatan omzet yang dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi grassroot.”

Kinerja positif ini semakin mempertegas peran BRI sebagai agent of development yang konsisten mendukung pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan memperkuat fondasi pertumbuhan nasional melalui sektor UMKM.

Realisasi Penyaluran KUR BRI (Update Oktober 2025)

Hingga Oktober 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp147,2 triliun kepada 3,2 juta debitur.

Realisasi ini setara dengan 83,2% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp177 triliun.

Alokasi ini sebelumnya ditingkatkan dari alokasi awal sebesar Rp175 triliun seiring tingginya permintaan pembiayaan produktif dari pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#BRI #ekonomi kerakyatan #sektor produktif #Asta Cita #KUR #BBRI