RADADSOLO.COM – Sektor perbankan masih menjadi penyumbang terbesar aduan masyarakat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo. Sepanjang Januari–Oktober 2025, tercatat 328 layanan pengaduan konsumen diterima melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) dan surat resmi.
Kepala OJK Solo Eko Hariyanto menyebutkan, mayoritas laporan berasal dari layanan perbankan. Keluhan terbanyak muncul dari permintaan keringanan kredit.
“Paling banyak pengaduan perbankan, umumnya di bidang perkreditan: tidak mau dilelang, tidak mau dieksekusi, pemutihan, meminta keringanan,” bebernya, Jumat (14/11/2025).
Dari seluruh laporan tersebut, 205 aduan atau 63 persen berkaitan langsung dengan kredit. Angka ini mengonfirmasi tren tahunan bahwa persoalan perkreditan masih menjadi titik rawan konsumen di Solo Raya.
“Kebanyakan masalah restrukturisasi kredit. Biasanya nasabah minta relaksasi atau kebijakan dari industri dalam pembayaran,” jelasnya.
Menurut Eko, ketika industri mengetahui bahwa konsumennya sudah mengadu ke OJK, pihak bank biasanya lebih bijak dan berhati-hati dalam memberikan keputusan. Namun OJK tidak bisa masuk terlalu dalam karena semua kembali ke kebijakan internal masing-masing perusahaan.
“Namun demikian, tetap kami kembali ke kebijakan masing-masing industri,” tegasnya.
Di tengah tingginya aduan, OJK Solo terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Tujuannya agar masyarakat lebih memahami hak, kewajiban, dan risiko layanan keuangan.
Salah satu langkahnya melalui rangkaian Financial Expo (FinExpo) dan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Solo Raya 2025.
Program BIK sudah berlangsung sejak September, sedangkan FinExpo digelar pada 24–26 Oktober 2025 di Sport Tourism Center Pringgondani Wonogiri.
Ajang ini diikuti 18 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Solo Raya dan 6 UMKM Wonogiri, dengan hasil yang cukup menggembirakan.
Total pengunjung mencapai 3.750 orang, dengan 369 transaksi yang terjadi selama acara.
Ada pula lima realisasi kredit atau pembiayaan senilai Rp 301,49 juta.
Selain itu, tercatat 361 pembukaan rekening dan produk keuangan lain, serta 278 konsultasi dan permintaan informasi terkait layanan keuangan formal.(nis/nik)
Editor : Niko auglandy