Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bukan Langka, Permintaan Pertamax Turbo di Solo Raya Meroket 30 Persen

Mannisa Elfira • Selasa, 2 Desember 2025 | 21:05 WIB

 

Harga BBM Pertamina September 2025: Cek Harga Pertamax, Dexlite, hingga Pertalite yang Disesuaikan Hari Ini
Harga BBM Pertamina September 2025: Cek Harga Pertamax, Dexlite, hingga Pertalite yang Disesuaikan Hari Ini

RADARSOLO.COM — Konsumsi Pertamax Turbo di wilayah Solo Raya tengah naik drastis. Sepanjang Oktober, permintaan meningkat hingga 30 persen, memunculkan kesan seolah terjadi kelangkaan.

Namun, data menunjukkan bahwa habisnya stok di sejumlah SPBU bukan disebabkan pengurangan pasokan, melainkan karena lonjakan konsumsi yang tiba-tiba.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga JBT, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa suplai Pertamax Turbo sepenuhnya normal. Tidak ada pengurangan distribusi.

“Di bulan Oktober saja naiknya signifikan sampai dengan 30 persen untuk konsumsi Pertamax Turbo di Solo dan Sukoharjo. Di Jogja juga naik 20 persen. Sementara data November belum bisa kami keluarkan karena masih proses settling,” jelas Taufiq saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Selasa (2/11).

 Baca Juga: Soal Perayaan Malam Tahun Baru, Ini Himbauan Elemen Masyarakat, GP Ansor, dan Polresta Solo

Pertamina mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memilih BBM berkualitas tinggi demi performa mesin yang optimal.

Di wilayah Solo Raya, saat ini terdapat enam SPBU yang menyediakan Pertamax Turbo, termasuk satu di kawasan Solo Baru.

Taufiq menyebut, persepsi kelangkaan sebenarnya muncul karena porsi konsumsi Pertamax Turbo sangat kecil, hanya sekitar 1 persen dibanding BBM lainnya.

“Pertalite mendominasi dengan 70 persen, Pertamax 20 persen, lalu Pertamax Green mencapai 9 persen meski baru tersedia di satu SPBU Solo,” paparnya.

Pertamax Turbo merupakan produk bensin unggulan dengan RON 98, dirancang untuk kendaraan berteknologi tinggi seperti mobil performa tinggi, supercar, hingga mesin high tier.

“Harapannya masyarakat tidak perlu risau karena ini hanya 1 persen. Untuk kebutuhan harian, Pertamax Green dengan oktan yang tidak jauh (95) masih bisa meng-cover apabila konsumen tidak menemukan Pertamax Turbo di lapangan,” imbuhnya.

Lonjakan permintaan membuat Pertamina akan menyesuaikan pola suplai ke SPBU, bukan karena stok berkurang melainkan untuk mengimbangi konsumsi yang terus merangkak sejak Oktober.

“Hal ini terjadi hampir di se-Jawa Tengah–DIJ” terangnya.

Untuk wilayah Solo, ada empat SPBU dengan konsumsi tertinggi Pertamax Turbo yang menjadi prioritas peningkatan pasokan, yakni di Solo Baru, Jalan R.M. Said Punggawan, Jalan Adi Soemarmo Banyuanyar, dan Jalan Veteran.

“Mungkin akan kami fokuskan ke empat SPBU tersebut,” tutupnya. (nis/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#SPBU #pertamax turbo #solo raya