RADARSOLO.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta akan kembali menggelar sensus ekonomi pada tahun ini. Kegiatan tersebut menjadi momen penting untuk memetakan kondisi perekonomian terkini di Solo, mengingat sensus terakhir dilakukan pada 2016 lalu.
Kepala BPS Solo Ratna Setyowati mengatakan, dalam rentang waktu hampir 10 tahun, dinamika ekonomi di Kota Solo telah mengalami banyak perubahan. Karena itu, sensus ini diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mulai dari usaha skala kecil hingga besar.
“Sensus ekonomi ini memang satu momen penting karena terakhir kita melakukan sensus itu di tahun 2016. Tentu dengan 10 tahun berjalan kondisi ekonomi sudah jauh berubah,” ujarnya (12/1).
Dalam sensus kali ini, BPS akan menggali informasi omzet dan mengkategorikan skala usaha. Ratna menegaskan, pentingnya keterbukaan responden agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan ekonomi.
“Kami sangat berharap ini bisa tersosialisasikan sehingga responden bisa terbuka dan tidak takut dalam memberikan informasi dalam rangka mengkategorikan usaha,” jelasnya.
Selain berdasarkan skala nominal, BPS juga akan melihat struktur ekonomi Kota Solo, melalui beberapa kategori sektor jasa, perdagangan, maupun industri. Dari pemetaan tersebut, diharapkan mampu membuka gambaran sektor-sektor potensial yang dapat menjadi pintu penggerak perkembangan ekonomi daerah.
“Dari sana bisa terlihat apa saja yang menjadi pintu-pintu untuk membuka perkembangan ekonomi di Kota Solo,” imbuh Ratna.
Tak hanya usaha konvensional, sensus ini juga akan mencakup ekonomi digital dan ekonomi kreatif, termasuk aktivitas berbasis konten. Bahkan, rumah tangga yang tidak memiliki plang usaha tetap akan didata.
“Kami wawancara apa kegiatan dari setiap anggota rumah tangga, penghasilannya dari mana saja, dan memiliki usaha apa saja,” katanya.
Sensus ekonomi 2026 akan mencakup seluruh jenis usaha nonpertanian dan nonpemerintahan. Pelaksanaannya dijadwalkan mulai Mei melalui survei online.
Sementara pada Juni hingga Juli, petugas akan mendatangi langsung per RT untuk menjangkau usaha-usaha yang belum terdata.
Sebagai gambaran, pada sensus ekonomi 2016 lalu, BPS mencatat terdapat 82.541 unit usaha di Kota Solo. Jumlah tersebut terdiri dari 2.408 usaha besar dan 80.103 usaha menengah dan kecil.
Ratna menambahkan, saat ini daftar pertanyaan sensus masih digodok di tingkat pusat dan terus disempurnakan.
“Survei dilakukan dari aplikasi walaupun kita mendatangi secara langsung,” pungkasnya. (alf/nik)
Editor : Niko auglandy