RADARSOLO.COM-Berawal dari keresahan menyiapkan bekal praktis saat pandemi 2020, Aisyah Ratna Wulandari sukses menyulap dapur rumahnya di Kota Bekasi menjadi lini bisnis Food & Beverages (F&B) yang menjanjikan.
Melalui jenama Kebab Endul, ia kini tidak hanya melayani kebutuhan keluarga, tetapi juga memasok jaringan reseller dan kemitraan di berbagai kota.
Varian Unik dan Konsep Ramah Lingkungan (Zero Waste)
Kebab Endul menonjol di pasaran karena keberaniannya mengeksplorasi bahan baku lokal. Selain kebab daging dan ayam, Aisyah menghadirkan Kebab Bandeng Tanpa Duri yang tinggi protein, serta varian rasa nusantara seperti rendang.
Tak hanya soal rasa, Aisyah menerapkan prinsip Zero Waste Product guna menekan limbah produksi.
Sisa pinggiran kulit kebab yang biasanya terbuang, ia olah kembali menjadi camilan kering bernilai ekonomi tinggi bernama Keripik ChipBab.
“Awalnya sisa kulit itu hanya untuk camilan keluarga dan tetangga. Namun sejak 2022, kami luncurkan sebagai produk camilan kering. Ini menjadi nilai tambah nyata bagi usaha kami,” ujar Aisyah.
Pantau Pertumbuhan Bisnis via LinkUMKM BRI
Perjalanan Kebab Endul menembus pasar yang lebih luas tidak lepas dari peran teknologi.
Sebagai bagian dari UMKM binaan Rumah BUMN Jakarta, Aisyah memanfaatkan platform LinkUMKM dari BRI untuk melakukan evaluasi bisnis secara mandiri.
“Fitur self-assessment di LinkUMKM sangat membantu saya memetakan posisi usaha dari tahun ke tahun. Saya jadi tahu kekurangan apa yang harus dibenahi, misalnya kebutuhan sertifikasi halal dan aspek legalitas lainnya agar bisnis bisa terus tumbuh,” tambahnya.
Platform LinkUMKM menyediakan berbagai fitur unggulan seperti:
- UMKM Smart: Rekomendasi pengembangan berbasis skoring.
- Coaching Clinic: Ruang konsultasi bersama mentor profesional.
- Etalase Digital: Memperluas eksposur produk ke pasar yang lebih luas.
Komitmen BRI untuk UMKM "Naik Kelas"
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa platform LinkUMKM dirancang untuk membantu pelaku usaha menyusun prioritas pengembangan secara terukur.
“Kami ingin pelaku UMKM mampu memetakan kondisi bisnisnya sendiri. Dari sana, mereka bisa menentukan tahap pertumbuhan, mulai dari pemenuhan aspek dasar hingga perluasan kanal pemasaran. Harapannya, UMKM Indonesia semakin berperan dalam perekonomian nasional,” pungkas Akhmad.
Saat ini, Kebab Endul telah berkembang dengan model penjualan hybrid melalui outlet EnduLicious Kebab, pameran, suplai HORECA (Hotel, Restoran, Kafe), hingga kanal digital di berbagai marketplace. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono