RADARSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh perbankan nasional di kancah global.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) resmi dinobatkan sebagai Bank of The Year 2025 di Indonesia oleh The Banker, media keuangan bergengsi dari Financial Times Group.
Dalam penganugerahan yang digelar di London, Inggris, BRI kini berdiri sejajar dengan raksasa keuangan dunia seperti Bank of China, DBS Singapura, hingga Commerzbank Jerman.
Apresiasi Global untuk Transformasi BRIVolution Reignite
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas arah baru transformasi BRI yang dinilai berada di jalur yang tepat.
The Banker menyoroti keberhasilan strategi BRIVolution Reignite dalam memperkuat struktur dana murah (Current Account Saving Account/CASA) serta peningkatan kualitas kredit yang signifikan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mempersembahkan penghargaan ini kepada seluruh nasabah setia dan Insan Brilian (karyawan BRI).
“Penghargaan ini menjadi penegasan bahwa transformasi BRI diakui industri keuangan global. Di tengah akselerasi BRIVolution Reignite, BRI akan tetap berpijak pada DNA kerakyatannya dengan hadir untuk memberdayakan ekonomi masyarakat dari akar rumput,” ungkap Hery Gunardi.
Inovasi AI: Dari BRIBrain hingga BRImo Voice Assistant
The Banker juga memberikan apresiasi khusus terhadap lompatan teknologi BRI. Penggunaan BRIBrain berbasis Artificial Intelligence (AI) terbukti memudahkan tim pemasaran dalam mengolah data perbankan secara akurat.
Tak hanya itu, fitur BRImo Voice Assistant hadir sebagai terobosan conversational banking yang mempermudah nasabah bertransaksi hanya melalui perintah suara.
Pionir Keuangan Berkelanjutan (ESG)
Komitmen BRI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) turut menjadi poin penilaian krusial.
Keberhasilan menerbitkan sustainable social bond senilai Rp5 triliun pada Juni 2025 menjadi bukti nyata peran BRI dalam mendanai proyek berdampak sosial.
Obligasi ini mencatat oversubscription hingga 1,31 kali, menunjukkan kepercayaan investor yang sangat tinggi.
Dana tersebut dialokasikan untuk sektor-sektor vital seperti ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, hingga pembiayaan usaha mikro bagi pelaku UMKM di seluruh pelosok negeri. (*)
Editor : Damianus Bram