Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

IHSG Hari Ini Anjlok Tajam, BEI Kembali Aktifkan Trading Halt Pagi Ini

Nur Pramudito • Kamis, 29 Januari 2026 | 11:18 WIB
IHSG hari ini anjlok hingga 10 persen. BEI kembali memberlakukan trading halt untuk menjaga stabilitas dan ketertiban pasar saham.
IHSG hari ini anjlok hingga 10 persen. BEI kembali memberlakukan trading halt untuk menjaga stabilitas dan ketertiban pasar saham.

RADARSOLO.COM - Tekanan hebat kembali mengguncang pasar modal nasional.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memberlakukan trading halt pada perdagangan saham, Kamis (29/1/2026).

Kebijakan penghentian sementara perdagangan ini diambil setelah IHSG terjun bebas sesaat setelah pembukaan bursa.

Berdasarkan data perdagangan, trading halt diaktifkan pada pukul 09.26.01 WIB melalui sistem Jakarta Automated Trading System (JATS).

BEI menjadwalkan perdagangan kembali dibuka 30 menit kemudian, tepatnya pada pukul 09.56.01 WIB.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap soal Trading Halt saat IHSG Amblek

Dalam rentang waktu tersebut, IHSG tercatat ambles hingga 839 poin atau sekitar 10,08 persen, ke level 7.481.

Penurunan tajam ini mencerminkan derasnya aksi jual yang menekan hampir seluruh sektor saham di pasar reguler.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa langkah trading halt dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasar di tengah kondisi volatilitas yang ekstrem.

"Tindakan ini diambil menyusul penurunan Indeks Harga Saham Gabungan yang telah mencapai batas 8 persen," ujar Kautsar dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).

BEI menegaskan bahwa pembekuan sementara perdagangan merupakan bagian dari komitmen otoritas bursa untuk memastikan aktivitas jual beli saham tetap berlangsung teratur, wajar, dan efisien, meskipun tekanan jual sedang sangat kuat.

Penerapan kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan BEI Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas serta Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025.

Menariknya, ini menjadi hari kedua berturut-turut BEI memberlakukan trading halt.

Sehari sebelumnya, Rabu (28/1/2026), IHSG juga sempat anjlok hingga 8 persen, dipicu dampak pembekuan rebalancing saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Trading halt sendiri merupakan mekanisme yang lazim diterapkan di berbagai bursa global saat terjadi lonjakan volatilitas.

Tujuannya adalah memberi waktu bagi investor untuk mencerna informasi yang berkembang serta mencegah keputusan jual beli yang bersifat panik.

Adapun, penurunan IHSG kali ini diduga kuat berkaitan dengan keputusan MSCI membekukan rebalancing indeks saham Indonesia.

MSCI menyoroti kekhawatiran investor global terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan aspek keinvestasian di pasar modal Indonesia.

MSCI bahkan memberikan tenggat waktu hingga Mei 2026 bagi otoritas pasar, termasuk BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk menunjukkan kemajuan signifikan.

Jika tidak ada perbaikan yang dinilai memadai, Indonesia berpotensi diturunkan statusnya dari Emerging Market menjadi Frontier Market, yang berisiko memicu arus keluar dana asing secara besar-besaran.(np)

Editor : Nur Pramudito
#pasar saham #trading halt #ihsg anjlok #MSCI #bei #IHSG