RADARSOLO.COM – Laju harga logam mulia domestik diprediksi akan bergerak dinamis pada perdagangan Sabtu, 14 Maret 2026.
Setelah mengalami tren penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir, para investor kini menanti apakah emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) serta produk ritel di Pegadaian mampu melakukan pembalikan harga (rebound) atau justru melanjutkan fase koreksinya di penghujung pekan?
Berdasarkan data terkini, harga emas sedang mencoba mencari titik keseimbangan baru setelah terpukul oleh volatilitas pasar yang cukup tinggi sepanjang pertengahan Maret 2026.
Peluang Penguatan di Tengah Risiko Koreksi
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, memberikan proyeksi bahwa harga emas Antam (ANTM) Sabtu besok masih memiliki peluang untuk menguat, meski dibayangi risiko fluktuasi harian.
Menurutnya, pergerakan harga akan sangat bergantung pada kemampuan emas melewati titik-titik resisten kuncinya.
"Jika emas mampu bangkit, resistance pertama yang harus ditembus berada di level Rp3.095.000. Apabila penguatan berlanjut, target berikutnya ada di level Rp3.150.000 per gram," ungkap Ibrahim.
Namun, dia juga mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap potensi pelemahan lanjutan.
Jika tekanan jual masih dominan, support pertama berada di Rp3.030.000. Jika tertembus, level pertahanan kedua bisa merosot hingga Rp2.900.000.
Kondisi Pasar Terkini: Tren Penurunan Berlanjut
Hingga penutupan perdagangan Jumat sore (13/3/2026), pasar emas domestik mencatatkan koreksi yang cukup merata di semua lini:
1. Logam Mulia Antam
Harga emas Antam terpantau ambles Rp21.000 ke level Rp3.021.000 per gram.
Penurunan ini merupakan rangkaian dari koreksi tajam yang terjadi sejak tengah pekan.
Sejalan dengan itu, harga beli kembali atau buyback juga merosot ke angka Rp2.783.000 per gram, menyusut Rp21.000 dari posisi sebelumnya.
2. Emas Ritel Pegadaian (UBS dan Galeri 24)
Koreksi lebih dalam justru melanda sektor emas ritel di Pegadaian.
Hingga Jumat malam, penurunan drastis tercatat pada:
Emas UBS: Anjlok Rp58.000 menjadi Rp3.055.000 per gram.
Emas Galeri 24: Terkoreksi hingga Rp59.000 ke posisi Rp3.039.000 per gram.
Meskipun saat ini harga sedang melandai, perlu diingat bahwa rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) emas Antam masih berada di level Rp3.168.000 yang tercatat pada akhir Januari lalu.
Aturan Pajak Transaksi Emas
Bagi masyarakat yang berencana melakukan transaksi di hari Sabtu besok, penting untuk memperhatikan aspek perpajakan sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017:
Pembelian Emas: Dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP. Setiap transaksi akan dibekali dengan bukti potong pajak.
Transaksi Buyback: Penjualan kembali emas ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan potongan PPh 22 sebesar 1,5% (NPWP) atau 3% (non-NPWP), yang dipotong langsung dari total nilai transaksi.
Kondisi harga yang sedang "miring" di akhir pekan ini sering kali dimanfaatkan oleh sebagian investor sebagai momentum untuk melakukan akumulasi aset (buy on weakness).
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat pasar emas global masih sangat sensitif terhadap kebijakan moneter dan fluktuasi mata uang dolar AS. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria