Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Menyambut Era Baru Gentengisasi Prabowo, Perajin Jatiwangi Bangkit Berkarya Ditopang KUR BRI

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:38 WIB

Usaha pembuatan genteng milik Hena Gian Hermana tumbuh perlahan namun pasti dengan dukungan KUR BRI.
Usaha pembuatan genteng milik Hena Gian Hermana tumbuh perlahan namun pasti dengan dukungan KUR BRI.

RADARSOLO.COM-Di sebuah sudut kampung yang tak pernah benar-benar sepi dari suara denting tanah liat dan deru mesin cetak, usaha genteng milik Hena Gian Hermana tumbuh perlahan namun pasti.

Dari halaman rumah yang sederhana, tumpukan genteng berjejer rapi, mengering di bawah terik matahari, menjadi saksi bisu perjalanan panjang seorang pelaku usaha kecil yang gigih bertahan di tengah kerasnya dinamika zaman.

Bagi Gian, genteng bukan sekadar material penutup atap bangunan.

Di balik setiap keping yang dicetak, tersemat cerita tentang ketekunan, keberanian mengambil risiko, dan keyakinan bahwa usaha tradisional warisan leluhur pun bisa berkembang pesat jika dikelola dengan baik.

Pasang Surut Pabrik Genteng Jatiwangi

Gian menuturkan, pabrik genteng keluarganya yang telah berdiri sejak tahun 1985 ini awalnya lahir sebagai respons atas tingginya permintaan atap pada masa itu.

Kala itu, kapasitas produksi pabrik-pabrik genteng di wilayah Jatiwangi bahkan sampai kewalahan dan belum mampu memenuhi lonjakan kebutuhan pasar.

Sayangnya, masa keemasan itu perlahan menemui jalan terjal.

"Berbicara soal usaha pabrik genteng, tentunya tidak lepas dari fase pasang surut. Tantangan perubahan zaman, ketatnya persaingan dengan atap modern, biaya produksi yang makin tinggi, bahan baku yang terbatas, hingga berkurangnya tenaga kerja menjadi faktor utama yang menyebabkan banyak pabrik genteng berguguran," tutur Gian.

Bangkit Berkat Suntikan Modal KUR BRI

Perjalanan usaha Gian mulai menemui titik terang ketika ia memutuskan untuk menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau memberinya ruang napas untuk kembali memperluas usahanya.

Baca Juga: BRI Siagakan 186 Kantor Cabang untuk Mudahkan Transaksi Selama Libur Lebaran 2026: Cek Jadwal Operasional dan Layanan Digitalnya

Tambahan modal tersebut langsung ia putar untuk membeli mesin cetak yang lebih modern serta merenovasi tungku pembakaran agar kinerjanya lebih efisien.

Dampaknya terasa sangat signifikan; kapasitas produksi melesat, kualitas genteng menjadi lebih seragam, dan waktu pengerjaan jauh lebih singkat.

"BRI ini tentu menjadi mitra utama bagi para pelaku usaha pabrik genteng. Fasiitas pinjaman bunga rendah lewat KUR sangat membantu UMKM seperti kami untuk terus bernapas dan berproduksi," urainya bersyukur.

Tak hanya sebatas kucuran dana, pendampingan dari BRI juga membantunya lebih melek literasi finansial.

Gian mulai disiplin memisahkan antara keuangan pribadi dan uang usaha, mencatat arus kas harian, hingga merancang peta jalan pengembangan bisnis jangka panjang.

Kapasitas produksi yang meningkat otomatis menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal, menjadikan pabriknya tumpuan ekonomi bagi sejumlah keluarga di lingkungannya.

Menyambut Angin Segar Program "Gentengisasi"

Di tengah gempuran tren material atap modern seperti baja ringan dan genteng metal, Gian tetap memelihara optimisme.

Menurutnya, genteng tanah liat selalu memiliki ceruk pasar tersendiri, terutama bagi masyarakat yang mengedepankan ketahanan terhadap panas dan tingginya nilai estetika tradisional.

"Kami terus menjaga kualitas supaya pelanggan tetap percaya," ujarnya mantap.

Secara khusus, Gian juga menyinggung program "Gentengisasi" yang belum lama ini diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program penggantian atap rumah berbahan seng dengan genteng tanah liat—sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)—ini dinilainya bagaikan oase di tengah gurun.

"Program Gentengisasi ini adalah harapan besar agar genteng Jatiwangi kembali bangkit menjadi nomor satu di Indonesia. Semoga ini menjadi masa kejayaan kelima bagi Jatiwangi, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh pekerja yang menggantungkan hidup di industri ini," harapnya.

Peran Strategis BRI dalam Ekosistem Perumahan

Baca Juga: Kurangi Kepadatan Lalu Lintas, BRI Siapkan 175 Bus Mudik Gratis Tujuan Wonogiri hingga Padang

Sebagai bank yang memiliki rekam jejak kuat pada pemberdayaan UMKM, BRI memastikan diri hadir untuk menyukseskan program pemerintah tersebut.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa pihaknya siap mengambil peran strategis sebagai fasilitator pembiayaan antara perajin genteng dan pihak pengembang perumahan (developer).

"Peran BRI berada di tengah. Ketika sudah ada kontrak kerja sama yang jelas antara pengusaha genteng dengan developer atau user, BRI siap memfasilitasi pembiayaannya," tegas Hery.

Hery memaparkan bahwa pembiayaan bahan bangunan tradisional ini merupakan bagian integral dari portofolio KUR Perumahan BRI.

"Sebagai bank yang DNA-nya memang berpihak pada usaha kecil dan ekonomi kerakyatan, kami hadir untuk mendukung hal tersebut. Ini tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari geliat produksi UMKM, penguatan rantai pasok, hingga pembukaan lapangan kerja baru," pungkasnya. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#BRI #BBRI #Gentengisasi