Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Lahir di Tengah Pandemi, D'Kambodja by Anne Avantie Sukses Jadi Ikon Kuliner Semarang Berkat BRI

Tri wahyu Cahyono • Senin, 30 Maret 2026 | 12:00 WIB
Anne Avantie di resto DAnne Avantie di resto D'Kambodja Heritage Dapur Ndeso by Anne Avantie yang berlokasi di Area Museum Mandala Bhakti Semarang.

RADARSOLO.COM - Kota Semarang sejak lama tersohor sebagai surga kuliner legendaris dengan cita rasa khas yang membekas di ingatan.

Tak heran, Ibu Kota Jawa Tengah ini kerap menjadi jujukan wajib para pelancong, tak terkecuali bagi pemudik yang tengah melintasi jalur pantai utara (Pantura).

Di tengah keragaman kuliner tersebut, D'Kambodja Heritage Dapur Ndeso by Anne Avantie yang berlokasi di area Museum Mandala Bhakti Semarang hadir sebagai destinasi wisata gastronomi yang patut masuk dalam daftar kunjungan utama.

Baca Juga: Desa BRILiaN Tompobulu, Bukti Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Restoran ini tak sekadar memanjakan lidah, melainkan turut menyuguhkan pengalaman bersantap sarat cerita melalui balutan konsep heritage yang autentik.

Di balik daya tarik konsep unik tersebut, berdirilah sosok Anne Avantie.

Perancang busana kenamaan Indonesia yang lekat dengan karya kebaya ikonis ini ternyata memulai perjalanannya di ranah kuliner dari situasi yang tak terduga.

Wanita yang akrab disapa Bunda Anne ini mengungkapkan bahwa ide mendirikan usaha rumah makan justru lahir saat hantaman badai pandemi Covid-19 pada tahun 2020 silam.

Kala itu, industri fashion yang menjadi urat nadi bisnis utamanya mengalami kemerosotan tajam akibat berhentinya berbagai pergelaran busana.

Di sisi lain, ia memikul tanggung jawab besar untuk tetap menghidupi para karyawannya yang mayoritas hanya mengenyam pendidikan menengah.

Baca Juga: Tetap Eksis di Tengah Gempuran Minuman Kekinian, Inni Dawet Sukses Naik Kelas Berkat LinkUMKM BRI

Sebagai langkah awal bertahan hidup, ia merintis Resep Dapur Avantie.

Berkat dorongan dan saran dari orang-orang terdekatnya, usaha kecil tersebut kemudian berkembang menjadi warung makan yang lebih representatif hingga lahirlah D'Kambodja Heritage Dapur Ndeso.

Pemilihan nama D'Kambodja sendiri memiliki ikatan emosional yang sangat personal bagi Bunda Anne.

Bunga kamboja merupakan aksesori yang tak pernah lepas dari sanggulnya, sehingga telah menyatu sebagai bagian dari identitas dirinya.

Keistimewaan D'Kambodja tidak sebatas pada variasi menu yang ditawarkan, tetapi juga pada kedalaman filosofi yang dibangun.

Baca Juga: Inspiratif! Na'am Muslim Sukses Rintis Agen BRILink di Bakauheni Berbekal Modal Terbatas

Bunda Anne menyadari bahwa banyak rumah makan berlomba tampil estetik demi menarik pasar.

Namun ia lebih memilih mempertahankan nilai autentisitas dengan sentuhan kelas yang berbeda. Masakan rumahan disajikan selaras dengan personal branding-nya sebagai desainer papan atas.

Mulai dari penataan makanan yang apik, tata ruang bangunan yang dipercantik, hingga narasi sejarah yang melekat pada setiap sajian, semuanya ia rangkum dalam satu konsep bernama Nostalgia Rasa.

Filosofi ini merepresentasikan perjalanan hidup manusia yang tak bisa lepas dari rajutan kenangan masa lalu.

Penerjemahan konsep Nostalgia Rasa itu tampak pada setiap detail restoran. Mulai dari arsitektur bangunan, ornamen dekorasi, hingga peranti makan yang dipilih dengan mempertimbangkan nilai estetika dan cerita.

Baca Juga: Berkat Inovasi dan Desa BRILiaN, Roda Ekonomi Desa Empang Baru Siak Makin Menggeliat

Berpadu dengan konsep yang kuat, D'Kambodja memanjakan pengunjung dengan deretan menu favorit seperti Lontong Opor Jangan Ndeso, Nasi Gudeg Sitimewah, hingga Nasi Rames.

Berbagai sajian ini sukses mengangkat derajat rasa rumahan khas Nusantara menjadi suguhan yang lebih elegan dan berkelas.

Di balik pesatnya perkembangan D'Kambodja, Bunda Anne menyadari adanya dukungan masif dari berbagai pihak, termasuk peran krusial PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Pada fase awal pendirian usahanya, BRI hadir memberikan suntikan permodalan sehingga restoran ini mampu bertahan, tumbuh, dan kini menjelma menjadi salah satu ikon kuliner favorit di Kota Semarang.

Baca Juga: Inovasi Desa Banyuanyar Boyolali Bertransformasi Jadi Green Smart Village Lewat Dukungan Desa BRILian

Kemitraan ini tidak berhenti pada urusan pembiayaan semata, melainkan merambah pada perluasan akses promosi kepada masyarakat luas. Bunda Anne menegaskan bahwa BRI secara konsisten memberikan dampak positif melalui berbagai program, kegiatan sosial, maupun event kolaborasi, sekaligus mendukung penuh upaya pemberdayaan UMKM binaan Yayasan Anne Avantie agar bisa naik kelas.

Menanggapi kesuksesan tersebut, Corporate Secretary BRI Dhanny secara terpisah menegaskan komitmen perusahaannya yang akan terus konsisten memberikan dukungan permodalan sekaligus program pemberdayaan.

Menurutnya, perjalanan inspiratif D'Kambodja Heritage Dapur Ndeso by Anne Avantie merupakan bukti nyata bagaimana sinergi dan pendampingan dari BRI mampu mendorong pelaku UMKM untuk terus berkembang, bertahan di tengah krisis, dan akhirnya sukses menapaki level bisnis yang jauh lebih tinggi. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BRI #BBRI #umkm