Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bangkit dari Keterbatasan, Usaha Kue Tantiningsih Kini Mampu Topang Ekonomi Keluarga Berkat Sinergi Holding UMi

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 5 April 2026 | 14:12 WIB

 

Tantiningsih mengawali usahanya pada tahun 2017 dengan segala keterbatasan yang membelenggu, terutama dari sisi permodalan. (DOK.BRI)Tantiningsih mengawali usahanya pada tahun 2017 dengan segala keterbatasan yang membelenggu, terutama dari sisi permodalan. (DOK.BRI)

RADARSOLO.COM – Aroma sedap panggangan kue kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian Tantiningsih di Semarang.

Setelah tidak lagi berstatus sebagai pekerja sejak tahun 2016, ia memutuskan untuk fokus merintis dan mengembangkan usaha rumahan.

Berkat ketekunan dan keuletan yang terus dijaga, serta adanya dukungan permodalan dari sinergi Holding Ultra Mikro (UMi) BRI Group, usahanya kini tumbuh pesat dan sukses menjadi penopang utama ekonomi keluarga.

Meniti Jalan Terjal Keterbatasan Modal

Perjalanan bisnis tersebut tentu tidak dimulai dengan cara yang mudah.

Baca Juga: Tabel KUR BRI April 2026 Pinjaman 50 Juta: Bunga, Cicilan, Syarat Lengkap untuk UMKM

Tantiningsih mengawali usahanya pada tahun 2017 dengan segala keterbatasan yang membelenggu, terutama dari sisi permodalan.

Kala itu, keinginan untuk bisa mandiri secara ekonomi sudah menggebu, namun belum didukung oleh akses layanan keuangan yang memadai.

Usaha kue dan roti yang dijalankannya pun masih bersifat sangat sederhana dan belum mampu berkembang secara optimal.

“Sekitar tahun 2017, saya mulai berinisiatif membuka usaha kue dan roti karena memang senang membuat kue, apalagi saat itu saya sudah tidak bekerja sejak 2016," katanya. 

"Namun, kendala terbesar yang saya hadapi adalah keterbatasan modal. Hingga akhirnya pada tahun 2020, saya bertemu dengan PNM Mekaar dan memutuskan untuk mendaftar sebagai nasabah dengan tekad untuk mengembangkan usaha secara lebih serius,” lanjut Tantiningsih.

Titik Balik Bersama Ekosistem Holding UMi

Keputusan berani tersebut terbukti menjadi titik balik bagi usaha yang ia jalani. Melalui ekosistem terintegrasi Holding Ultra Mikro (UMi) BRI Group, Tantiningsih mulai mendapatkan kucuran pembiayaan dari PNM Mekaar.

Pembiayaan tahap awal langsung dimanfaatkannya secara cerdas untuk membeli berbagai peralatan dasar pembuatan kue. Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut mulai menunjukkan grafik perkembangan yang positif.

Kapasitas produksi meningkat, permintaan dari pelanggan terus bertambah, dan kepercayaan dirinya dalam menjalankan bisnis pun semakin kokoh.

Memasuki tahun 2022, Tantiningsih kembali memperoleh suntikan pembiayaan dengan nominal yang lebih besar dari sebelumnya.

Dana tersebut dialokasikan untuk memutakhirkan peralatan sehingga ia mampu mendongkrak volume produksi secara masif, sekaligus tetap menjaga standar kualitas produk kuenya.

Baca Juga: Hadirkan Sukacita Paskah, BRI Bagikan Puluhan Ribu Sembako hingga ke Panti Asuhan

Kini, usaha yang berawal dari dapur sederhana tersebut telah bertransformasi menjadi sumber penghasilan utama keluarga.

Menurutnya, dukungan berkelanjutan dari PNM tidak hanya membantu menyuntikkan modal, tetapi juga memberikan ruang baginya untuk terus mengembangkan skala usaha secara bertahap hingga kini mampu memiliki tempat usaha yang lebih layak.

Dorong Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas

Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Dhanny menjelaskan, kehadiran sinergi Holding Ultra Mikro, tak terkecuali melalui program PNM Mekaar, dirancang tidak hanya sebatas memberikan akses pembiayaan semata.

Program ini juga memfasilitasi pendampingan intensif untuk membantu para pelaku usaha agar bisa mengelola bisnis mereka dengan jauh lebih baik dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

“Perjalanan Tantiningsih menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi BRI Group melalui Holding Ultra Mikro (UMi) mampu membuka akses bagi pelaku usaha ultra mikro untuk bertumbuh secara bertahap, berkembang, memperluas kapasitas usaha, hingga memperkuat kemandirian ekonomi,” ucap Dhanny.

Sebagaimana diketahui, PNM melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) hadir sebagai solusi pemberdayaan bagi kelompok perempuan prasejahtera yang sebelumnya belum memiliki akses ke layanan keuangan formal (unbankable).

Kehadiran modal tanpa agunan dan pendampingan ini telah membawa dampak yang sangat nyata. Sepanjang tahun 2025 lalu, tercatat ada sebanyak 1,4 juta debitur PNM yang berhasil naik kelas, mencerminkan adanya peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses keuangan di kalangan pelaku usaha ultra mikro. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BRI #pelaku usaha mikro #BBRI #umkm #Ultra Mikro