Kedai Kopi Di Solo Terdampak Kenaikan Harga Plastik, Sarankan Pembeli Bawa Tumbler

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 16:57 WIB
Ilustrasi pengunjung menikmati sajian kopi di salah satu kedai di Sriwedari, Laweyan, Solo, belum lama ini. Banyak kedai kopi terimbas naiknya harga plastik. (M IHSAN/RADAR SOLO)
Ilustrasi pengunjung menikmati sajian kopi di salah satu kedai di Sriwedari, Laweyan, Solo, belum lama ini. Banyak kedai kopi terimbas naiknya harga plastik. (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Kenaikan harga plastik turut dirasakan pelaku usaha kedai kopi di Solo. Meski demikian, sejumlah pemilik kedai kopi pilih tidak menaikkan harga jual, demi menjaga daya beli pelanggan.

Owner Kopi Jenni Dandy Prasetyo mengungkapkan, harga cup plastik mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. 

“Naiknya sekitar 30 persen, dari sebelumnya Rp 975 sekarang paling murah Rp 1.300 per cup,” ujarnya, Senin (6/4).

Meski biaya kemasan meningkat, pihaknya belum berencana menaikkan harga minuman. Dandy menyebut, strategi yang dilakukan adalah dengan mengganti jenis cup yang lebih terjangkau.

“Kalau sekarang pakai versi injek, nanti kalau harga naik lagi kami downgrade ke cup PET. Jadi disiasati jenis kemasannya,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga membuka peluang penggunaan alternatif lain seperti paper cup atau gelas untuk dine in atau konsumsi di tempat.

Baca Juga: Wadahi UMKM Lokal Lewat Sunday Market di Hotel

“Kami mengikuti vendor juga. Kalau ada inovasi lain, misalnya paper cup atau dine in pakai gelas, itu bisa jadi solusi. Untuk take away baru pakai cup,” tambahnya.

Namun demikian, Dandy mengakui kenaikan harga tetap menjadi ancaman jika terjadi pada komponen lain.

“Kalau cuma cup saja yang naik mungkin kita tahan harganya kopi tidak naik, tapi kalau bahan lain ikut naik, ya terpaksa harga kopi juga naik,” tegasnya.

Ia berharap pelanggan dapat memahami jika kondisi tersebut terjadi.

“Harapannya sih kita tetap di harga yang sama, tapi kalau semua naik, semoga customer bisa mengerti,” imbuhnya.

Keluhan serupa disampaikan pemilik kedai di Sekar Kauman Adhika Gilham. Ia menyebut kenaikan harga cup plastik saat ini berkisar 15 persen.

“Dari sebelumnya Rp650 menjadi Rp750 per cup. Dan kemungkinan ke depan masih bisa naik lagi,” ungkapnya.

Baca Juga: Sulap Kotoran Sapi Jadi Pupuk Kascing, Nasabah PNM Mekaar di Bandung Barat Sukses Berdayakan Ekonomi Keluarga

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pihaknya tengah menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya mengoptimalkan penggunaan gelas untuk pelanggan yang minum di tempat, serta mendorong pelanggan membawa tumbler sendiri.

“Untuk antisipasi masih kita diskusikan, namun ada beberapa opsi yang pertama optimalisasi penggunaan gelas, kedua mendorong customer membawa thumbler atau botol minum sendiri, ketiga sedang mencari alternatif kemasan ramah lingkungan yang lebih ekonomis,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena ini seharusnya menjadi momentum untuk berbenah, bukan hanya di level pelaku usaha tetapi juga pada level customer.

"Harus ada keberanian kolektif antara pelaku usaha, konsumen, hingga pemerintah untuk sama-sama menata ulang cara kita memproduksi, mengemas, dan mengonsumsi," bebernya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
harga plastik mahal kedai kopi di solo plastik kemasan tumbler kopi