RADARSOLO.COM – Di tengah dinamika kebutuhan energi masyarakat yang terus meningkat, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memberikan kepastian mengenai ketahanan stok BBM nasional.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menegaskan, seluruh rantai distribusi saat ini berjalan normal tanpa kendala produksi di sisi kilang.
Kepastian ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI guna merespons kekhawatiran publik mengenai ketersediaan energi di triwulan kedua tahun ini.
Baca Juga: Benarkah Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Sepanjang 2026? Purbaya: Uang Kita Banyak!
Rincian Cadangan BBM Pertalite dan Pertamax
Berdasarkan paparan resmi BPH Migas per 7 April 2026, berikut adalah rincian durasi ketahanan (coverage days) serta volume stok untuk berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM):
Kategori Gasoline (Bensin)
Pertalite (RON 90): Memiliki ketahanan selama 18,1 hari dengan total volume stok mencapai 1.517.805 kiloliter. BPH Migas melabeli status ini sebagai "sangat aman".
Pertamax (RON 92): Cadangan nasional berada di angka 22,1 hari dengan ketersediaan stok sebanyak 382.284 kiloliter.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Keluarga Bekas Harga 80 Jutaan Terbaik 2026: Irit BBM, Pajak Murah, Kabin Lega
Pertamax Turbo (RON 98): Jenis bensin premium ini memiliki ketahanan paling panjang di kategorinya, yakni mencapai 46,5 hari dengan stok 38.698 kiloliter.
Kategori Gasoil (Solar)
Solar (CN 48): Total cadangan tercatat sebesar 16,5 hari. Meski angka hariannya lebih rendah dibanding bensin, distribusi tetap terjaga di level aman.
Pertamina Dex (CN 53): Memiliki ketahanan stok yang sangat kuat hingga 64,5 hari.
Kilang Beroperasi Normal Tanpa Perawatan
Wahyudi Anas menjelaskan, pergerakan stok BBM, khususnya jenis gasoil dan gasoline, sangat dinamis mengikuti fluktuasi permintaan pasar.
Namun, koordinasi intensif dengan Pertamina Grup memastikan bahwa proses produksi tetap stabil.
"Kami sudah mengonfirmasi bahwa kilang-kilang tetap berproduksi normal. Tidak ada agenda perawatan (maintenance) besar dalam waktu dekat, sehingga posisi stok yang fluktuatif ini tetap terjaga dalam kondisi sangat aman," jelas Wahyudi Anas.
Selain kendaraan darat, ketahanan bahan bakar pesawat atau Avtur juga berada pada posisi solid di angka 28,1 hari.
Realisasi Penyaluran Kuota BBM 2026
Selain memantau ketersediaan stok, BPH Migas juga melaporkan data realisasi penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan hingga memasuki bulan April 2026:
Solar (JBT): Telah tersalurkan sebanyak 4,5 juta kiloliter (KL) dari total kuota nasional yang ditetapkan sebesar 18,6 juta KL.
Pertalite (JBKP): Realisasi penyaluran mencapai 6,88 juta KL, atau sekitar 23,52% dari total kuota tahunan sebesar 29,26 juta KL.
"Kondisi penyaluran tahun 2026 masih terkontrol dengan baik," tambah Anas. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria