RADARSOLO.COM-Trading dan investasi digital terus menunjukkan pertumbuhan pesat sejak pandemi.
Mobilitas yang semakin fleksibel dan kemudahan akses teknologi membuat masyarakat, terutama generasi muda, mulai melirik instrumen investasi seperti saham Amerika hingga produk berjangka.
Direktur Utama Valbury Nino Limantara menyebut, lonjakan minat ini terlihat dari meningkatnya jumlah pelaku trading di Indonesia yang kini telah mencapai sekitar 8 juta orang.
Angka tersebut bahkan masih kalah dibandingkan pengguna aset kripto yang mencapai sekitar 80 juta orang, dengan mayoritas berada di rentang usia 20 hingga 30 tahun.
“Trading ini bisa dilakukan dari mana saja, tidak terikat tempat dan waktu. Itu yang membuat banyak anak muda tertarik,” ujarnya, Kamis (9/4).
Nino menjelaskan, Valbury Asia bergerak di bidang finansial dan investasi berjangka, termasuk produk yang berkaitan dengan saham Amerika.
Namun, mekanisme yang digunakan adalah produk derivatif berjangka yang pergerakannya cepat, mirip dengan komoditas seperti emas.
Menurutnya, kemudahan akses justru menjadi tantangan tersendiri.
Banyak masyarakat yang terjun ke dunia trading tanpa pemahaman cukup, baik dari sisi teknikal maupun fundamental, sehingga berisiko mengalami kerugian.
“Banyak yang hanya ikut-ikutan tanpa tahu ilmunya. Padahal di trading itu harus paham betul produknya,” katanya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Valbury hadir memberikan edukasi kepada calon investor.
Perusahaan rutin menggelar webinar gratis setiap minggu serta menyediakan pendampingan bagi nasabah yang ingin belajar trading secara lebih terarah.
“Kami ingin jadi jembatan bagi teman-teman yang ingin belajar trading dengan benar,” tambahnya.
Dari sisi keamanan, Nino memastikan Valbury merupakan perusahaan legal yang beroperasi di bawah pengawasan regulator, termasuk Bank Indonesia.
Saat ini, Valbury telah memiliki 10 kantor cabang di berbagai daerah, termasuk di Solo.
Untuk mulai berinvestasi, masyarakat disebut cukup menyiapkan modal awal sebesar 100 dolar AS atau sekitar Rp1,7 juta.
Baca Juga: Hotel Sahid Jaya Solo Wadahi UMKM lewat Sunday Market di Hotel
Namun, ia menekankan pentingnya memahami risiko dan mekanisme pasar sebelum menanamkan modal.
"Kalau pada saham perusahaan seperti Apple Inc. Milik Amerika, dari sana nilainya naik 10 persen, maka potensi keuntungan yang diperoleh juga bisa sebanding, tergantung posisi yang diambil, untuk itu perlu belajar dan mengasah skill," jelasnya
Di Solo sendiri, jumlah investor aktif yang tergabung melalui Valbury telah mencapai sekitar 500 orang.
Nino mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur iming-iming keuntungan instan dalam trading.
Ia menyarankan calon investor untuk tidak sekadar ikut tren, melainkan membekali diri dengan pengetahuan yang cukup serta memilih perusahaan resmi yang terdaftar di regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.
“Jangan asal ikut-ikutan. Jangan mudah percaya promosi. Pastikan belajar dulu dan gunakan perusahaan yang legal agar terhindar dari penipuan,” tegasnya. (alf)
Editor : Tri Wahyu Cahyono