Kelompok Tani Buaran Citra Lestari di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur memanfaatkan lahan tidur milik pemerintah daerah seluas 1.500 meter persegi yang dulunya tidak terpakai, kini disulap menjadi area pertanian urban berbasis hidroponik dan budidaya ikan. (DOK.BRI)RADARSOLO.COM – Pemanfaatan lahan terbengkalai di tengah padatnya kawasan perkotaan kini bertransformasi menjadi ruang hijau produktif yang mampu menopang ketahanan pangan sekaligus ekonomi warga.
Semangat inilah yang diusung oleh Kelompok Tani Buaran Citra Lestari di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.
Lahan tidur milik pemerintah daerah seluas 1.500 meter persegi yang dulunya tidak terpakai, kini disulap menjadi area pertanian urban berbasis hidroponik dan budidaya ikan yang memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: BRI Permudah Tebus Gadai Pegadaian Lewat BRImo, Ada Promo Cashback Hingga 10 Persen
Inisiasi Lokal dan Diversifikasi Produk
Ketua Kelompok Tani Buaran Citra Lestari Lydwina atau yang akrab disapa Ina menceritakan bahwa gerakan ini bermula pada tahun 2021 sebagai respons atas tren urban farming di ibu kota.
Dimulai dari pembangunan kolam ikan sistem bioflok dan konvensional, kawasan ini terus berkembang hingga memiliki ruang hidroponik yang diresmikan pada akhir 2022.
Saat ini, berbagai komoditas seperti bayam, pakcoy, kangkung, tomat, hingga cabai rawit berhasil dibudidayakan.
Tak hanya menjual hasil panen segar, kelompok ini juga kreatif mengembangkan produk turunan seperti teh bunga telang.
"Pada saat itu urban farming di kota sedang ramai. Akhirnya, di tahun 2021 mulai dibangun secara bertahap fasilitas yang terkait. Pertama kita bikin kolam ikan dulu, ada yang bioflok, ada yang konvensional. Lalu ada ruang hidroponiknya juga, hingga akhirnya diresmikan pada Desember 2022," ungkap Ina mengisahkan awal mula terbentuknya kelompok tersebut.
Penguatan Kapasitas Melalui BRInita
Loncatan signifikan dirasakan kelompok ini sejak mendapatkan dukungan dari program tanggung jawab sosial BRI Peduli melalui program BRInita (BRI Bertani di Kota). Bantuan yang diberikan mencakup infrastruktur fisik seperti greenhouse dan ruang pengelolaan maggot, hingga serangkaian pelatihan komprehensif.
Pada tahun 2026, dukungan berlanjut pada penguatan kapasitas pascapanen, mulai dari pembuatan nugget bayam, kerajinan ecoprint, hingga teknik pengemasan dan pemasaran produk.
"Tahun 2025 lalu kita mendapatkan dukungan juga dari program BRInita. Jadi kita dapat bantuan greenhouse dan ruang untuk pengelolaan maggot. Selain itu, kami juga mendapatkan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan hidroponik, pelatihan pengolahan ikan lele, pelatihan pengolahan makanan dan minuman juga," imbuh Ina.
Bagi para anggota yang mayoritas merupakan pensiunan, aktivitas di lahan ini bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan ruang untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Ina merasakan manfaat positif dari rutinitas pagi yang produktif di lingkungan hijau tersebut.
Baca Juga: Jadi Pionir di Indonesia, BRI Berhasil Raih Sertifikasi Internasional ISO/IEC 25000
"Kalau sisi positif yang benar-benar dirasakan, kebanyakan anggota kita kan pensiunan, jadi bisa menyalurkan hobi. Kita bisa lebih produktif mengisi waktu kosong, hasilnya juga benar-benar bermanfaat. Kita juga lebih sehat karena pagi-pagi sudah melihat yang hijau-hijau dan berkegiatan di lahan," ungkapnya.
Mendorong Peran Perempuan sebagai Agen Perubahan
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa melalui BRI Peduli, perseroan berkomitmen mendukung peran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Program BRInita hadir dengan menyalurkan bantuan infrastruktur serta pembinaan teknis untuk memastikan setiap kelompok mampu menambah nilai ekonomi dari hasil tanamnya. Dhanny berharap semangat ini dapat menginspirasi kaum perempuan untuk berkarya lebih luas di lingkungan sosial.
“Program ini diharapkan dapat mendorong kaum perempuan untuk mengambil peran lebih besar tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga berkarya di lingkungan sosial dan masyarakat luas sesuai dengan semangat Kartini yaitu semangat untuk terus maju, mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan menjadikan perempuan sebagai pusat dari perubahan yang bermakna,” tegas Dhanny.
Baca Juga: Tak Perlu Antre, BRImo Hadirkan Fitur Pembayaran UTBK SNBT Cepat dan Aman
Sejak diluncurkan, BRInita telah menjangkau 40 titik ruang terbuka hijau dan melibatkan ribuan jiwa. Program ini tercatat berkontribusi hingga 47% dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya perempuan.
Secara ekologis, program ini juga menghasilkan puluhan ribu tanaman sayuran serta ribuan liter pupuk organik yang secara efektif berkontribusi pada efisiensi emisi gas rumah kaca di perkotaan. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono