RADARSOLO.COM – Kegigihan Dwi Nurhaeni dalam merintis usaha susu kambing di Sukoharjo I, Pringsewu, Lampung, membuahkan hasil manis.
Melalui bendera Ras Farm, unit usaha mikro ini bertransformasi dari sekadar aktivitas rumahan menjadi peternakan skala besar yang kini memiliki populasi ratusan ekor kambing perah.
Keberhasilan Ras Farm naik kelas tidak lepas dari dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Dukungan finansial ini menjadi katalisator bagi Dwi untuk memperluas skala bisnis dan melakukan inovasi produk yang kompetitif di pasar nasional.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Mantri BRI di Lombok: Sri Malasarin, Perempuan Tangguh Penggerak Ekonomi Desa
Titik Balik dari Satu Ekor Kambing
Perjalanan merek RasMilk milik Dwi bermula dari sebuah ketidaksengajaan yang didasari pengalaman pribadi.
Awalnya, ia hanya rutin memerah susu dari satu ekor kambing yang baru melahirkan untuk konsumsi.
Namun, kualitas susu yang dihasilkan ternyata menarik minat tetangga dan warga sekitar.
"Awalnya saya memerah dari satu ekor kambing saja. Ternyata, banyak orang di sekitar yang tertarik dan mulai membeli," kenang Dwi.
Melihat animo pasar yang tinggi, Dwi menangkap peluang emas untuk menseriusi lini usaha ini.
Langkah ekspansi dimulai dengan mengakses pembiayaan KUR BRI.
Dari modal tersebut, populasi kambing perah di Ras Farm bertambah secara bertahap, mulai dari 3 ekor hingga kini menyentuh angka 100 ekor kambing.
Inovasi Produk dari Susu Segar ke Varian Bubuk
Pertumbuhan produksi yang pesat sempat menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait daya serap pasar terhadap susu segar yang memiliki masa simpan terbatas.
Menjawab tantangan tersebut, Ras Farm melakukan terobosan dengan mengolah susu kambing menjadi bentuk bubuk.
Baca Juga: Saat Perempuan Bangkit, Ekonomi Menguat: Perjalanan Nia Anggraini Bersama PNM Mekaar dan BRI
Inovasi ini terbukti efektif memperluas jangkauan distribusi.
Tak hanya itu, Dwi melakukan diversifikasi rasa untuk menggaet konsumen milenial, mulai dari rasa stroberi, melon, moka, hingga jahe.
Diversifikasi ini memberikan nilai tambah (value-added) yang signifikan bagi pendapatan usahanya.
Berkat konsistensi dan inovasi tersebut, Ras Farm tidak hanya unggul secara komersial, tapi juga berhasil menyabet prestasi di tingkat nasional sebagai UMKM unggulan sektor peternakan.
Baca Juga: Naeka Tembus Pasar Global, Mukena Premium Karya Pengusaha Perempuan Ini Didukung LinkUMKM BRI
Pemberdayaan Masyarakat dan Dukungan Perbankan
Selain fokus pada profit, Ras Farm juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Dwi aktif melibatkan warga sekitar dalam proses produksi dan memberikan pelatihan teknik memerah susu yang benar.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa kesuksesan Ras Farm adalah bukti nyata bagaimana sinergi antara ketekunan pengusaha dan akses modal yang tepat dapat mendorong UMKM "naik kelas".
Menurutnya, BRI secara konsisten berperan dalam memperkuat sektor UMKM melalui penyaluran KUR.
"Sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI berkomitmen untuk terus mendukung agenda pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Akhmad.
Realisasi KUR BRI 2026
Hingga akhir Februari 2026, BRI mencatatkan performa penyaluran KUR yang impresif.
BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp31,42 triliun atau setara 17,46% dari total alokasi KUR BRI tahun 2026 sebesar Rp180 triliun yang ditetapkan Pemerintah.
Penyaluran tersebut telah menjangkau lebih dari 643 ribu debitur UMKM di seluruh Indonesia.
Editor : Syahaamah Fikria