RADARSOLO.COM – Raksasa ritel kebanggaan Indonesia, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), resmi mengumumkan identitas baru perusahaan.
Melalui keputusan strategis dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 15 April 2026, emiten berkode saham LPPF ini sepakat untuk mengubah nama resminya.
Langkah ini menandai babak baru bagi perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1958 tersebut dalam menavigasi industri ritel modern di tanah air.
Baca Juga: Detik-detik Motor Ludes Terbakar di Depan Kantor Bupati Sukoharjo, Diduga Korsleting Usai Isi BBM
Mengenal PT MDS Retailing Tbk
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), para pemegang saham telah memberikan lampu hijau untuk mengubah nama perseroan menjadi PT MDS Retailing Tbk.
Perubahan ini disetujui oleh mayoritas suara, yakni sekitar 93,18% dari total pemegang saham yang hadir dalam rapat.
"Menyetujui perubahan nama Perseroan dari PT Matahari Department Store Tbk menjadi PT MDS Retailing Tbk," tulis manajemen dalam ringkasan risalah rapat yang dirilis Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: 50 Mobil Operasional KDKMP Dibagikan di Wonogiri, Sementara Diparkir di Koperasi
Seiring dengan pergantian nama tersebut, perusahaan juga melakukan revisi pada Pasal 1 ayat (1) Anggaran Dasar Perseroan terkait identitas perusahaan.
Meski nama korporasi berubah menjadi PT MDS Retailing Tbk, manajemen belum merinci lebih jauh mengenai strategi rebranding terhadap gerai-gerai fisik "Matahari" yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dividen Rp250 per Saham
Selain pengumuman nama baru, kabar baik juga datang bagi para investor LPPF.
Perseroan sepakat membagikan dividen tunai final dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp250 per saham.
Bagi yang mengincar dividen ini, berikut adalah jadwal penting yang perlu dicatat:
Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 23 April 2026
Ex Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 24 April 2026
Recording Date (Pemegang saham yang berhak): 27 April 2026
Pembayaran Dividen: 4 Mei 2026
Kinerja Keuangan 2025 dan Efisiensi Modal
Perubahan identitas ini terjadi di tengah tantangan kinerja keuangan yang cukup dinamis.
Sepanjang tahun 2025, LPPF membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,78 triliun, atau terkoreksi 9,6% dibandingkan tahun 2024.
Laba bersih perusahaan juga mencatatkan penurunan sebesar 12,4% menjadi Rp725,4 miliar.
Sebagai bagian dari upaya efisiensi modal, RUPSLB juga menyetujui penghapusan 31.000.000 lembar saham hasil pembelian kembali (buyback atau saham treasuri).
Langkah penarikan kembali saham ini dilakukan untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Sekilas Sejarah Matahari
Matahari mengawali langkahnya pada 24 Oktober 1958 melalui gerai pertama di Jakarta.
Sempat bernaung di bawah PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), divisi department store ini kemudian memisahkan diri dan beroperasi secara independen di bawah LPPF.
Sejak tahun 2021, Grup Auric resmi ditetapkan sebagai pemegang saham pengendali perseroan.
Transformasi menjadi PT MDS Retailing Tbk ini diharapkan mampu memberikan energi baru bagi perusahaan dalam memperkuat posisi di sektor ritel nasional.
Editor : Syahaamah Fikria