Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dorong Ekonomi Baru, Gubernur Ahmad Luthfi Minta HIPMI Jateng Proaktif "Jemput Bola"

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 19 April 2026 | 16:40 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi cek stand produk genting pada acara Forum Bisnis Daerah (Forbisda) HIPMI Jawa Tengah yang digelar di Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (19/4/2026). (PEMPROV JATENG)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi cek stand produk genting pada acara Forum Bisnis Daerah (Forbisda) HIPMI Jawa Tengah yang digelar di Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (19/4/2026). (PEMPROV JATENG)

RADARSOLO.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan tantangan besar bagi para pengusaha muda untuk menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui inovasi dan kreativitas.

Dalam acara Forum Bisnis Daerah (Forbisda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah yang digelar di Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (19/4/2026), Luthfi menekankan bahwa kreativitas bisnis merupakan kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global saat ini.

Baca Juga: Dampingi Presiden Prabowo di Retreat Ketua DPRD, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Suarakan Pentingnya Super Team

Strategi Jemput Bola dan Ekonomi Baru

Ahmad Luthfi menegaskan, anggota HIPMI sebagai representasi pengusaha muda tidak boleh hanya bersikap pasif.

Mereka dituntut untuk mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri dan melahirkan ekosistem ekonomi baru yang segar di wilayah masing-masing.

Semangat "jemput bola" menjadi penekanan utama agar potensi ekonomi di tingkat kabupaten/kota dapat tergarap secara maksimal.

"Hipmi itu ada pengusaha muda, maka harus punya kreativitas untuk menciptakan lapangan kerja, harus bisa menciptakan ekonomi baru. Tidak menunggu tetapi menjemput bola," tegas Ahmad Luthfi di hadapan ratusan pengusaha muda Jawa Tengah.

Lebih lanjut, Luthfi menjelaskan, pengusaha muda adalah bagian integral dari konsep collaborative government yang ia usung.

Skema ini mengedepankan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta.

Ia meminta pengurus HIPMI di daerah untuk lebih jeli dalam menyelaraskan visi bisnis mereka dengan program kerja pemerintah kabupaten/kota setempat agar terjadi akselerasi pembangunan, terutama pada sektor industri padat karya.

Baca Juga: Gubernur Luthfi Minta Bank Jateng Prioritaskan KUR Rendah demi Perangi Pinjol dan Rentenir

"HIPMI adalah bagian collaborative government, jadi harus jeli di masing-masing kabupaten/kota. Tempelkan program-program HIPMI ke program kabupaten/kota masing-masing, temui bupati atau walikotanya. HIPMI juga harus dapat berperan untuk industri padat karya," jelasnya.

Tren Pertumbuhan Investasi Jawa Tengah

Upaya menggenjot investasi ini didukung oleh data pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang menunjukkan tren positif di angka 5,37 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah Ali Said memaparkan bahwa kehadiran kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri di beberapa titik telah menjadi mesin utama pertumbuhan.

Pada tahun 2025, investasi di Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 6,76 persen, meningkat dari capaian sebelumnya yang berada di angka 6,5 persen.

Baca Juga: Targetkan Angka Kemiskinan Turun, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Kadin Jateng Keroyokan Penanganan Miskin Ekstrem

"Pertumbuhan investasi di Jateng tahun 2025 tumbuh 6,76%. Sebelumnya 6,5%, jadi trennya semakin naik dari tahun ke tahun. Itu menggembirakan bagi kita. Peran pengusaha sangat besar untuk mendorong pertumbuhan perekonomian," ungkap Ali Said memberikan apresiasi atas peran sektor swasta.

Mendengar Aspirasi Daerah

Dalam sesi dialog, Gubernur Luthfi turut menyerap berbagai aspirasi terkait kendala perizinan hingga pemanfaatan aset pemerintah untuk menunjang bisnis.

Eko, salah seorang pengusaha asal Banjarnegara mengaku sangat terkesan dengan komitmen gubernur yang menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk lebih terbuka terhadap kolaborasi dengan pengusaha muda.

Selama ini, akses komunikasi dengan pimpinan daerah di tingkat kabupaten dirasakan cukup sulit oleh para pelaku usaha di akar rumput.

Baca Juga: Jadi Satu-satunya di Indonesia, Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Asrama Atlet NPCI Jawa Tengah

"Komitmen itu sangat berkesan. Selama ini susah bertemu bupati, dengan ini kalau bisa dikoordinasikan lagi," tutur Eko menyampaikan harapan besarnya pasca-pertemuan tersebut.

Gubernur berharap sinergi yang makin erat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan HIPMI dapat menjaga momentum kenaikan investasi. Dengan pengawalan yang jujur dan terbuka, para pengusaha muda diharapkan mampu mengubah setiap tantangan menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan warga Jawa Tengah. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#HIPMI jateng #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi #ekonomi baru #jemput bola