Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Mekanisme Pasar, Pertamina Pastikan Stok Aman

Alfida Nurcholisah • Senin, 20 April 2026 | 18:54 WIB
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (M Ihsan/Radar Solo)
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) secara umum mengacu pada regulasi dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas). Kenaikan harga BBM nonsubsidi disebut sudah sesuai mekanisme pasar.

Hal tersebut disampaikan oleh Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBT PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan. Ia menjelaskan, jenis BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan harga karena telah diatur pemerintah.

“Untuk jenis subsidi sudah pasti tidak boleh naik sesuai aturan pemerintah. Sementara BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar,” ujarnya Senin (20/4).

Ia menyebutkan, pola konsumsi BBM nonsubsidi relatif kecil, seperti Pertamax Turbo sekitar 1 persen, Pertamina Dex sekitar 4 persen, dan Dexlite sekitar 2 persen.

Menurutnya, dampak kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan terhadap konsumen karena tingkat konsumsi produk tersebut relatif rendah. Sedangkan Pertalite, Pertamax dan Solar tingkat komsumsinya mencapai 90 persen.

Baca Juga: Menakar Realisme B50 di Tengah Gejolak Energi Global, Begini Tanggapan Pakar

“Kalau dilihat, konsumsinya tidak terlalu besar, jadi pengaruhnya ke masyarakat juga sedikit,” katanya.

Lebih lanjut, Taufiq menegaskan, pemerintah melalui regulasi juga mendorong masyarakat mampu untuk tidak menggunakan BBM subsidi agar distribusinya tepat sasaran.

“Sesuai aturan pemerintah, masyarakat yang mampu diimbau tidak menggunakan BBM subsidi, supaya tidak membebani masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini 20 April 2026: Anjlok Rp 44.000 per Gram, Cek Daftarnya Sebelum Beli

Di sisi lain, Pertamina juga memperkuat implementasi program subsidi tepat sasaran di SPBU. Program ini telah berjalan selama tiga hingga empat tahun terakhir dan dinilai cukup efektif, terutama dengan pemanfaatan sistem QR code untuk pembelian Pertalite dan solar bersubsidi.

“Program subsidi tepat sasaran ini sudah berjalan tiga sampai empat tahun ke belakang dan cukup efektif. Tinggal kita tingkatkan pengawasan, terutama melalui QR code karena pada pertalite dan solar ada pembatasan volume pembelian,” ungkap Taufiq.

Ia menegaskan, pihak Pertamina selalu memberikan pengawasan terhadap penerima BBM subsidi. Ia mengaku masih ada beberapa warga yang mengklaim berhak menerima subsidi.

"Kami verifikasi ulang dengan dibantu Korlantas untuk identifikasi STNK dan jenis kendaraan, apakah termasuk kendaraan mewah atau tidak," jelasnya.

Sedangkan produk nonsubsidi lain yang tidak mengalami kenaikan signifikan seperti Pertamax dan Pertamax Green, ia memastikan harga relatif stabil.

"Dari Turbo biasanya akan migrasi ke Pertamax dan Pertamax Green. Keduanya masih relatif stabil," imbuhnya.

Sementara itu, konsumsi Pertamina Dex dan Dexlite masih terbatas, sehingga potensi migrasi pengguna masih terus dipantau.
Pertamina menjamin ketersediaan BBM dalam kondisi aman, bahkan jika terjadi lonjakan permintaan yang signifikan.

“Stok aman. Kalau ada lonjakan hingga sepuluh kali lipat pun masih bisa kita atasi,” bebernya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#pertamina #harga bbm #BBM subsidi #BBM non subsidi