RADARSOLO.COM - Pergerakan harga emas Antam hari ini, 22 April 2026 kembali menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.
Berdasarkan pembaruan terbaru per pukul 09.00 WIB, harga logam mulia produksi PT Antam mengalami koreksi tajam.
Dalam update harga emas hari ini, tercatat harga emas Antam berada di level Rp 2.830.000 per gram, turun Rp 50.000 dibandingkan posisi pembukaan pagi yang sempat menyentuh Rp 2.880.000 per gram.
Penurunan ini menjadi perhatian bagi investor maupun masyarakat yang ingin membeli emas, mengingat fluktuasi harga yang cukup cepat dalam satu hari perdagangan.
Emas batangan Antam sendiri tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).
Variasi ini memungkinkan pembeli menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan investasi masing-masing.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini, 22 April 2026
Berikut daftar lengkap harga emas Antam hari ini per Rabu (22/4/2026) pukul 09.00 WIB:
- 0,5 gram: Rp 1.465.000
- 1 gram: Rp 2.830.000
- 2 gram: Rp 5.600.000
- 3 gram: Rp 8.375.000
- 5 gram: Rp 13.925.000
- 10 gram: Rp 27.795.000
- 25 gram: Rp 69.362.000
- 50 gram: Rp 138.645.000
- 100 gram: Rp 277.212.000
- 250 gram: Rp 692.765.000
- 500 gram: Rp 1.385.320.000
- 1.000 gram (1 kg): Rp 2.770.600.000
Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback
Dalam transaksi emas batangan Antam, terdapat ketentuan pajak yang mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.
Pajak pembelian (PPh 22):
- 0,45 persen bagi pembeli dengan NPWP
- 0,9 persen untuk pembeli tanpa NPWP
Setiap pembelian akan disertai bukti potong sebagai dokumen pelaporan pajak.
Pajak penjualan kembali (buyback):
Untuk transaksi di atas Rp 10 juta:
- 1,5 persen bagi pemilik NPWP
- 3 persen untuk non-NPWP
Potongan pajak buyback akan langsung dikurangi dari total nilai transaksi saat penjualan kembali emas.
Update harga emas Antam hari ini 22 April 2026 ini penting untuk dipantau, terutama bagi Anda yang berencana membeli saat harga sedang terjun Rp 50.000 per gram. Pastikan untuk selalu cek rincian terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.(np)
Editor : Nur Pramudito