Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kisah Hany Ubro: Mantri Perempuan BRI Penakluk Medan Ekstrem di Kepulauan Kei Besar

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 25 April 2026 | 19:01 WIB
Hany harus terbiasa menggunakan speedboat kecil untuk menjangkau desa yang hanya bisa diakses lewat jalur laut. (DOK.BRI)
Hany harus terbiasa menggunakan speedboat kecil untuk menjangkau desa yang hanya bisa diakses lewat jalur laut. (DOK.BRI)

RADARSOLO.COM – Tantangan geografis di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sering kali menjadi tembok besar yang menghalangi masyarakat dalam mengakses layanan perbankan formal.

Namun, di Kepulauan Kei Besar, Maluku Tenggara, hambatan berupa jalan rusak, medan berlumpur, hingga ombak laut yang ganas tidak menyurutkan langkah Hany Dwiningsih Ubro.

Sebagai seorang Mantri BRI di Unit Elat, sosok "Kartini masa kini" ini menjadi jembatan bagi para petani, nelayan, dan pedagang untuk meraih kesejahteraan melalui layanan keuangan yang inklusif.

Baca Juga: Sinergi Holding UMi: 426 Ribu BRILink Agen Mekaar Layani Transaksi Rp3,52 Triliun Hingga Maret 2026

Kegigihan Menaklukkan Kegagalan

Perjalanan karier Hany untuk menjadi seorang tenaga pemasar mikro penuh dengan perjuangan dan keteguhan hati. Memulai pengabdian di BRI pada tahun 2020 sebagai customer service, Hany tidak lekas berpuas diri.

Ia memiliki tekad kuat untuk berkembang dan mencoba tantangan baru di lapangan.

Meski sempat menghadapi kegagalan hingga enam kali saat mengikuti seleksi internal, semangatnya tidak pernah padam hingga akhirnya ia resmi dipercaya menjadi Mantri BRI pada tahun 2025.

Menjadi garda terdepan di Unit Elat berarti Hany harus siap mengarungi wilayah luas yang mencakup 115 desa dan 5 kecamatan dengan infrastruktur yang masih sangat terbatas.

“Saya ditempatkan di Unit Elat. Kota Elat di Pulau Kei Besar ini memiliki 115 desa dan 5 kecamatan. Beberapa wilayah di sini akses jalannya masih belum bagus. Tidak semua jalan beraspal. Di wilayah barat dan timur, jalannya masih belum beraspal. Bahkan, kalau kami bilang sangat tidak layak dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat,” terang Hany menggambarkan beratnya medan tugas sehari-hari.

Menembus Lumpur dan Ombak Laut

Dedikasi Hany diuji saat ia harus menempuh perjalanan panjang menuju desa-desa terpencil.

Baca Juga: Jaringan BRILink Agen Mekaar Tembus 426 Ribu, Sinergi Holding Ultra Mikro Perkuat Inklusi Keuangan Makin Merata hingga Pelosok

Tak jarang ia harus berhadapan dengan cuaca ekstrem yang membuat jalur darat menjadi kubangan lumpur yang sulit dilalui.

“Cuaca sering jadi tantangan. Pernah kehujanan hingga basah kuyup, bahkan saat menuju daerah yang harus melewati sekitar 12 desa, kami terhambat jalan rusak dan berlumpur. Hampir menyerah, namun berkat bantuan warga yang mendorong motor, kami akhirnya bisa melanjutkan perjalanan,” kisahnya mengenang momen perjuangan di lapangan.

Selain jalur darat, Hany juga harus terbiasa menggunakan speedboat kecil untuk menjangkau desa yang hanya bisa diakses lewat jalur laut.

Ancaman ombak besar dan mendung gelap di tengah laut menjadi risiko yang harus ia ambil demi memastikan layanan perbankan sampai ke tangan nasabah.

Baca Juga: Transformasi Desa Sumberejo Pacitan: Dari Pantai Congot Daki Hingga Jadi Desa BRILiaN

"Pernah naik speedboat kecil, di tengah jalan ombaknya besar dan kondisi mendung. Sempat khawatir juga, tapi saya percaya dengan pengemudi speedboat, kan sudah profesional. Dan benar kami bisa sampai dengan selamat," lanjut Hany.

Menjadi Jembatan Ekonomi Masyarakat

Sebagai Mantri, peran Hany lebih dari sekadar penyalur kredit; ia bertindak sebagai edukator bagi masyarakat pesisir dan agraris.

Berbagai produk seperti KUR, Kupedes, hingga digitalisasi transaksi lewat QRIS ia perkenalkan secara langsung. Kepuasan terbesarnya adalah saat melihat ekonomi warga bergerak naik, anak-anak nasabah bisa bersekolah, dan usaha mikro berkembang pesat berkat modal yang disalurkan.

"Saya merasa bangga sekali bisa dipercaya sebagai Mantri BRI. Apalagi kalau melihat nasabah yang bisa mengembangkan usahanya, atau bisa menyekolahkan anaknya dengan pinjaman BRI ini. Adanya penyaluran pinjaman ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga. Jadi saya sangat bangga bisa menjadi jembatan akses keuangan mereka yang membantu menggerakkan roda ekonomi juga," pungkas Hany dengan nada haru.

Baca Juga: BRI Berdayakan 43.789 Klaster Usaha, Perluas Dampak Pemberdayaan Berbasis Komunitas hingga Pelosok Negeri

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para mantri perempuan di lapangan.

Saat ini, dari 26 ribu Mantri BRI di seluruh Indonesia, sebanyak 28,2 persen di antaranya adalah perempuan yang tangguh.

“Kisah ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. BRI percaya bahwa kesetaraan kesempatan adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Akhmad menutup apresiasinya. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BRI #Kartini #Mantri BRI #BBRI #pemberdayaan perempuan