RADARSOLO.COM – Semangat perjuangan RA Kartini terbukti tidak lekang oleh waktu.
Di era modern ini, dedikasi tersebut terpancar nyata pada sosok Mispa Lewi Yt, seorang tenaga pemasar mikro atau Mantri BRI yang bertugas di BRI Unit Ranteangin, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.
Bukan di balik meja perkantoran yang nyaman, Mispa justru memilih menembus medan pegunungan yang terjal demi menjalankan misi mulia.
Yakni memberdayakan ekonomi kerakyatan di pelosok desa denfan menjadi Mantri BRI.
Baca Juga: Kurban Praktis Pakai BRImo: BRI dan Rumah Zakat Luncurkan Layanan Digital di Fitur Lifestyle
Dari Korban Pandemi
Perjalanan Mispa di dunia perbankan dimulai dari sebuah tikungan tajam kehidupan.
Saat pandemi Covid-19 melumpuhkan ekonomi global, ia menjadi salah satu pekerja yang terkena dampak dirumahkan.
Namun, situasi sulit tersebut justru menjadi pintu gerbang menuju karier barunya di BRI.
"Saat dirumahkan, saya memberanikan diri melamar ke BRI meskipun usia saya saat itu sudah di ambang batas maksimal, yaitu 25 tahun. Puji Tuhan, saya diterima sebagai Customer Service," kenang Mispa.
Setelah 20 bulan memberikan pelayanan di garda depan, dedikasi Mispa membawanya lolos seleksi menjadi Mantri BRI pada tahun 2024.
Tugas barunya ini membawa tantangan fisik yang jauh lebih berat karena wilayah Ranteangin didominasi oleh perbukitan.
Kondisi geografis Ranteangin menuntut ketangguhan ekstra.
Jalan menuju desa-desa di kawasan tersebut sebagian besar masih berupa tanah dan batu, sehingga hanya bisa diakses menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: Kisah Hany Ubro: Mantri Perempuan BRI Penakluk Medan Ekstrem di Kepulauan Kei Besar
"Wilayah desanya banyak kebun cengkeh, jadi rumah-rumah warganya jauh satu sama lain, yang dipisahkan oleh kebun cengkeh yang luas. Kalau mau ketemu nasabah satu ke yang lain, kita harus jalan jauh dulu," ujar Mispa.
"Ada juga yang wilayahnya mendaki jadi nggak bisa diakses motor. Kira-kira bisa 1-2 km jalan kaki dari satu rumah ke rumah lain," imbuh dia.
Saat hujan turun, tantangan semakin berat. Jalan tanah yang licin membuat perjalanan menjadi lebih sulit.
Baca Juga: Sinergi Holding UMi: 426 Ribu BRILink Agen Mekaar Layani Transaksi Rp3,52 Triliun Hingga Maret 2026
Di masa awal bertugas sebagai Mantri BRI, kondisi tersebut sempat membuatnya hampir menyerah.
"Sempat mau menyerah. Tapi setelah itu, mungkin ada jalannya sendiri. Besok paginya tiba-tiba semangat lagi untuk bekerja," kata Mispa.
Selain itu, kebaikan dan keramahan para nasabah juga menjadi semangat tersendiri baginya.
"Bahkan waktu itu ada nasabah yang bilang kalau saya jangan mutasi dulu, tetap di sini saja sampai bertahun-tahun. Itu yang jadi sumber semangat saya," kenang Mispa.
Sebagai Mantri BRI, Mispa tidak hanya bertugas memberikan layanan perbankan, tapi juga menjadi penggerak inklusi dan literasi keuangan bagi masyarakat.
Sebagian besar warga di wilayah tersebut berprofesi sebagai petani cengkeh yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
Selain melayani nasabah perorangan, Mispa juga mendampingi sebuah klaster usaha yang memproduksi minuman herbal berbahan tanaman rimpang bernama Gujames.
Dia mendampingi mulai pemberian bantuan modal, edukasi pemasaran, serta pendampingan e-commerce.
Usaha itu pun membuahkan hasil gemilang.
Saat ini, klaster minuman herbal itu telah berkembang dengan kemasan yang baik, memiliki sertifikat halal MUI, dan dipasarkan hingga ke luar wilayah desa.
Rendahnya Literasi Digital
Selama menjadi Mantri BRI, Mispa juga menghadapi tantangan rendahnya literasi keuangan masyarakat.
Masih banyak warga yang belum terbiasa menggunakan layanan perbankan digital dan menyimpan uang tunai di rumah.
Baginya, peran sebagai Mantri bukan sekadar profesi, tetapi juga kesempatan untuk berkembang sekaligus memberi dampak.
“Perempuan tidak hanya menjadi ibu rumah tangga, tapi juga bisa membantu perekonomian keluarga, memberdayakan masyarakat, dan membangun negeri. Banyak perubahan positif yang saya rasakan selama menjadi Mantri BRI, terutama dalam komunikasi, wawasan, dan kesejahteraan,” tutup Mispa.
Mantri Perempuan sebagai Motor Ekonomi
Direktur Bisnis Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, dalam kesempatan terpisah menekankan pentingnya peran Mantri sebagai ujung tombak ekonomi kerakyatan.
Saat ini, dari sekitar 26 ribu Mantri BRI di seluruh Indonesia, sebanyak 28,2% adalah perempuan.
Menurut Akhmad, Mantri tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tapi juga mengawal pertumbuhan usaha nasabah dari awal hingga berkembang.
"Kisah Mispa membuktikan bahwa perempuan memiliki peran kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tegas Akhmad.
Editor : Syahaamah Fikria