Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jangkau 33,7 Juta Nasabah, Holding Ultra Mikro Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 7 Mei 2026 | 13:26 WIB
Efektivitas program pendampingan Holding UMi tercermin dari banyaknya debitur yang berhasil "naik kelas" atau melakukan graduasi menuju skala usaha yang lebih mandiri. (DOK.BRI)
Efektivitas program pendampingan Holding UMi tercermin dari banyaknya debitur yang berhasil "naik kelas" atau melakukan graduasi menuju skala usaha yang lebih mandiri. (DOK.BRI)

RADARSOLO.COM - Sejak resmi dibentuk pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan kekuatan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), terus membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Hingga akhir Maret 2026, sinergi ini telah berhasil menjangkau lebih dari 33,7 juta nasabah pinjaman di seluruh pelosok Indonesia.

Baca Juga: Pulihkan Ekosistem Sabang, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Gampong Iboih

Keberhasilan ini tidak hanya terlihat dari angka pembiayaan, tetapi juga dari terdokumentasinya skala bisnis mikro ke dalam sistem keuangan formal melalui kepemilikan lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Transformasi Digital dan Investasi Emas

Holding UMi tidak hanya fokus pada penyaluran kredit, tetapi juga memperluas portofolio layanan melalui inovasi digital dan instrumen investasi.

Salah satu pencapaian mencolok adalah penguatan ekosistem emas nasional melalui aplikasi Tring dari Pegadaian.

Kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis emas menunjukkan tren yang sangat positif, di mana total tabungan dan deposito emas dalam ekosistem UMi BRI Group kini telah mencapai 22 ton.

Inovasi ini memberikan akses yang lebih praktis bagi masyarakat kecil untuk mengelola aset investasi secara aman dan terukur.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menekankan bahwa keberadaan Holding UMi telah menciptakan ekosistem pengembangan usaha yang komprehensif.

“Holding UMi telah berkembang menjadi ekosistem yang tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat literasi keuangan dan investasi, serta menciptakan jalur kenaikan kelas yang lebih terstruktur dan terukur bagi pelaku usaha, sehingga memperkuat daya saing di segmen mikro,” ujar Akhmad saat menjelaskan visi integrasi tersebut.

Graduasi Nasabah dan Proteksi Mikro

Baca Juga: Promo Kolaborasi BRI-Grab: Nikmati Diskon Spesial Pakai BRI Kartu Kredit Mastercard Hingga Juni 2026

Efektivitas program pendampingan Holding UMi tercermin dari banyaknya debitur yang berhasil "naik kelas" atau melakukan graduasi menuju skala usaha yang lebih mandiri.

Sepanjang Triwulan I 2026, tercatat sebanyak 1,2 juta debitur telah berhasil meningkatkan kapasitas usahanya secara berkelanjutan.

Selain itu, aspek perlindungan risiko juga menjadi perhatian serius guna menjaga ketahanan finansial masyarakat.

Hal ini terlihat dari penambahan jumlah pemegang polis asuransi mikro yang mencapai 7,9 juta polis baru pada periode Januari hingga Maret 2026.

Akhmad menjelaskan bahwa perlindungan asuransi merupakan pilar penting dalam membangun ekosistem yang tangguh.

Baca Juga: BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Kini Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

“Penguatan ekosistem UMi tidak hanya berbicara soal akses pembiayaan, tetapi juga bagaimana membangun ketahanan finansial masyarakat secara menyeluruh," jelasnya.

"Dalam konteks tersebut, perlindungan melalui asuransi mikro menjadi elemen yang semakin penting. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, jumlah pemegang polis asuransi mikro tercatat bertambah sebanyak 7,9 juta polis,” imbuh Akhmad.

Kolaborasi Fisik Melalui Outlet SenyuM

Sebagai bentuk sinergi fisik yang nyata di lapangan, Holding UMi terus memperbanyak titik layanan terintegrasi melalui Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM) Co-Location.

Fasilitas ini memungkinkan nasabah BRI, PNM, dan Pegadaian untuk mendapatkan layanan dalam satu atap yang sama secara efisien. Hingga Maret 2026, jumlah outlet SenyuM Co-Location telah tersebar di 1.035 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Kehadiran outlet fisik ini sangat krusial dalam mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat yang selama ini sulit menjangkau kantor perbankan konvensional.

Baca Juga: Transformasi Pangkalan Gas Jadi Agen BRILink: Strategi BRI Dorong Ekonomi Mikro dan Inklusi Keuangan

Melalui keterpaduan layanan fisik dan digital, Holding UMi optimistis dapat terus memperluas literasi dan inklusi keuangan secara terstruktur.

Dengan demikian, penguatan fondasi ekonomi kerakyatan di level paling bawah diharapkan dapat menjadi bantalan ekonomi nasional yang lebih kokoh di masa depan. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BRI #holding ultra mikro #pelaku usaha mikro #co-Location #BBRI